Gelar Forum Diskusi Terbuka Bea Cukai Banjarmasin Upayakan Peran Logistik Dalam Meningkatkan Ekspor Di Kalsel

BANJARMASIN, infobanua.co.id – Demi memajukan industri di bidang pelabuhan dan layar tentunya di bidang logistik di kota Banjarmasin, Bea Cukai Banjarmasin menggelar acara Diskusi terbuka, ( Direct call export & National logistic ecosytem )

Dengan tema “Peran Bea Cukai Banjarmasin Dan Sistem Logistik Nasional Dalam Meningkatkan Ekspor Di Wilayah Kalimantan Selatan”

Acara yang diadakan di salah satu hotel ternama di Banjarmasin itu sudah melalui tahapan disiplin ketat dalam protokol kesehatan. Kamis (25/3).

Dengan dibuka langsung oleh kepala Bea Cukai Banjarmasin Kurnia Saktiyono, tentunya forum diskusi ini diadakan secara online dan offline untuk mengurangi angka kerumunan yang ada.

Diskusi ini bertujuan untuk memecahkan masalah teman-teman yang ada di lapangan tentunya dalam masalah logistik akibat pandemi covid-19.Seperti terkendalanya dalam masalah biaya, belum lagi adanya pembatasan masuknya kontainer.Ujarnya

“Kita akan bersinergi untuk menuntaskan masalah pembiayaan yang sering terjadi misalnya seperti transit dari pelabuhan satu ke pelabuhan satunya lagi. Biasanyakan yang ditemui teman-teman kebanyakan dari transitnya satu ke satu di teruskan ke satunya lagi. Nantinya akan kita buat agar tidak teralalu makan waktu”. Katanya.

Kita pun sangat bergantung dengan adanya logistik-logistik itu, karena jika logistik sudah masuk ke wilayah kita, maka akan menambah nilai dolar pada wilayah kita sendiri. Contohnya seperti infor dan ekspornya. Untuk eskpor sendiri wilayah kita Kalimantan Selatan terbesar di kalsel dalam nilai jual ekspornya mencapai 8 milyar. Jelasnya

Disisi lain HB Wicaksono selaku Kepala Bea Cukai Kalsel juga ikut menambahkan “Kita berusaha untuk mengadakan diskusi room guna untuk menyimpulkan perbedaan data yang ada di kalsel karena untuk perbedaan data logistik di Kalsel sendiri itu sangat signifikan. Dengan adanya forum diskusi ini kita kumpulkan para suplayer apa saja kendalanya di lapangan dan masalah teman-teman dilapangan” sebutnya.

Tentunya setiap usaha mau apa pun itu pasti akan ada selisih data atau bisa kita kenal dengan sebutan miss komunikasi semua itu kita maklumi karena namanya manusi ya wajarlah kalau ada sedikit perbedaan. Kita kumpulkan teman-teman semua melalaui offline dan online hari ini sekaligus untuk mencocokan kesamaan data dari Bea Cukai, Karantina, dan Dishub. Sedangkan mengenai masalah akses sungai, kami menyarankan untuk menggandeng kapal-kapal yang ada seperti tongkang. Bebernya

Kembali disampaikan Oleh kepala Bea Cukai Banjarmasin, “Bagi teman-teman yang mengalami kendala dalam soal kontainer. Kita pastinya akan mendorong mereka untuk melakukan transit dari satu tempat ke satu tempat saja agar tidak makan biaya. Ungkapnya

Terakhir Elok Rahma Dewi selaku Kepala cabang samudra indonesia Banjarmasin yang berkontribusi di dalam diskusi room Bea Cukai Kota Banjarmasin memaparkan pihaknya selaku kepala peti kemas Samudra. Akan menjelaskan bagaimana cara kita membuat ecosistem logistik yang efesian dari semua pemain, pelayaran, serta produsen dan negara.

Dari pelaku logistik dan pelayaran, kami siap berkolaborasi untuk semua pemain sehingga semua pihak bisa berkumpul dan bermain di lapangan. Tutur Elok

Ditambah lagi dengan yang tadi di bahas mengenai perbedaan data, untuk itu sendiri kita belum ada memiliki bank data yang mumpuni untuk menyimpulkan pendataan yang ada dikalsel untuk meningkatkan pelaku domestik. Harap saya untuk itu agar secepatnya bisa di adakan agar kita sendiri dalam masalah data mendata bisa tersimpulkan.

“Sedangkan mengenai biaya logistik di 2020, untuk wilayah Kalsel sendiri kita mengalami kenaikan karena adanya kelangkaan logistik dan kurangnya permintaan barang di berbagai lini masa untuk mengembangkan pelaku domestik yang ada di lapangan”. Pungkasnya

febri