Terkait Sengketa Lahan Yang Raibkan 244,6 Miliar Uang Pertamina, Sidang Gugatan Ahli Waris A.Supandi Versus Ahli Waris RS Hadi Supandi Terus Berlanjut

  • Whatsapp
Foto proses sidang Gugatan dengan No Register perkara 39/Pdt/G/2020/PN.CJR, dalam kasus gugatan perbuatan melawan hukum antara ahli waris A Supandi Versus Ahli RS Hadi Supandi yang digelar di PN Cianjur,agenda Sidang Replik dari penggugat atas jawaban tergugat,kamis 25/03/2021.

Cianjur, infobanua.co.id – Sidang gugatan ahli waris Andi Supandi versus ahli waris RS Hadi Supandi dengan No Register perkara :39/Pdt/G/2020/PN.CJR, dalam kasus gugatan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) kembali digelar di pengadilan negeri Cianjur,Kamis 25/03/2021.

Dengan agenda sidang Replik dari pihak penggugat atas jawaban dari pihak tergugat yaitu para ahli waris dari RS Hadi Supandi yaitu Ali Sopyan,Solihin,Ayi Solihah dan AI Sohipah.

Dalam repliknya penggugat yang diwakili kuasa hukumnya Inu Jajuli,S.H.,M.H.,R.Anne Choerunisa,S. H.dan Orang Supriatna,S.H.menyampaikan eksepsi diantaranya” bahwa penggugat berpegang teguh pada dalil dalil yang dikemukakan dalam gugatannya dan menolak dengan tegas semua dalil para tergugat dalam jawabannya tertanggal 18 Maret 2021 baik dalam eksepsi maupun dalam pokok perkara,kecuali yang diakui secara tegas oleh penggugat”.kata Inu Jajuli,S.H.,M.H.dalam keterangan tertulisnya,kamis 25/03/2021

Penggugat menyatakan secara tegas bahwa apa yang telah diungkapkan oleh penggugat dalam gugatannya tertanggal 05 Oktober 2020 merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Replik penggugat ini dan sekaligus untuk membantah dalil dalil para tergugat dalam jawabannya.

“Bahwa pengadilan negeri Cianjur tidak berwenang mengadili perkara aquo (kompetisi Absolute)”,Hal itu sama sekali tidak benar dikarenakan penggugat tidak membahas atau menggugat warisan,dikarenakan gugat waris itu tidak boleh adanya pihak diluar ahli waris,

Apabila gugat waris ada pihak lain atau pihak ketiga diluar ahli waris maka gugatan tersebut tidak bisa disebut sebagai gugat waris dan harus digugat di pengadilan negeri atau pengadilan umum/ekonomi,sesuai yang tercantum dalam pasal 832 KUHPerdata “Bahwa yang berhak untuk menjadi ahli waris ialah para keluarga sedarah,baik sah,maupun diluar kawin dan suami isteri yang hidup terlama”,

Sedangkan dalam gugatan ini tidak ada sama sekali hubungan keluarga antara A.Supandi dengan RS.Hadi Supandi.sehingga sudah tepat untuk diajukan di pengadilan Negeri.

Bahwa sesuai undang undang No.7 tahun 1989 tentang peradilan agama kemudian YURISPRUDENSI Nomor :2/Yur/Pdt/2018 Hukum perdata dengan kaidah Hukum:”Tuntutan tentang pengembalian harta warisan dari tangan pihak ketiga kepada para ahli waris yang berhak tidak diharuskan untuk diajukan oleh semua ahli waris”.

Selanjutnya bahwa penggugat mendalilkan ada yang mengaku ngaku menjadi Andy Supandi yaitu RS Hadi Supandi,jadi sudah jelas gugatan yang diajukan oleh penggugat dipengadilan Negeri Cianjur dengan “gugatan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) karena RS.Hadi Supandi yang mengaku ngaku sebagai Andy Supandi adalah tergolong perbuatan melawan hukum.

Selain itu menurut Inu,bahwa dalam jawaban para tergugat dengan dalil “bahwa gugatan penggugat kabur /tidak jelas (Obscuur Libel)” adalah sama sekali tidak benar dikarenakan penggugat memiliki bukti bukti dan saksi yang menegaskan bahwa RS Hadi Supandi adalah orang yang berbeda dengan Andy Supandi,yang nanti akan dihadirkan dipersidangan,terang Inu.

“Jelas tidak benar itu A Supandi (ayah kandung penggugat) bukanlah RS Hadi Supandi dikarenakan RS Hadi Supandi tersebut adalah seorang paranormal yang selama hidupnya bertempat tinggal di Ciranjang Cianjur berdasarkan surat keterangan dari kantor desa Ciranjang nomor 474.4/595/KS. yang dikeluarkan pada bulan November 2014 serta ditanda tangani oleh kepala desa Dading Supriatna”.ucap Inu.

Itu sudah jelas orang yang beda dan bukan orang yang memiliki atas tanah yang di Jl.Pemuda Jakarta yang menjadi obyek sengketa dengan Pertamina hingga Pertamina kecolongan Rp 244,6 M,karena orang sebenarnya yang memiliki atas tanah tersebut adalah A.Supandi (ayah kandung penggugat).ungkap Inu.

Inu menambahkan bahwa dalam pokok perkara pihaknya juga menyampaikan bahwa RS Hadi Supandi (orang tua tergugat) berdasarkan surat keterangan dari kantor desa Ciranjang dengan nomor 474.4/595/KS ,selama hidupnya tinggal di Ciranjang dan tidak pernah tinggal atau mempunyai rumah dijakarta atau dengan kata lain RS Hadi Supandi tidak ada fakta sejarah dengan tanah yang di Jl.Pemuda Jakarta.

Fakta ini berbanding terbalik dengan A.Supandi yang memiliki sejarah panjang dengan tanah obyek sengketa tersebut,itu dibuktikan dengan surat keterangan dari Pangdam Jaya yang menegaskan bahwa tanah tersebut milik Anda.Supandi.ucap Inu.

“Beliau bertempat tinggal dijakarta serta mempunyai anak anak yang kelahirannya dijakarta bahkan salah satu dari anaknya sekarang menjadi Dubes Papua Nugini dan Solomon Island yaitu Drs.Andriana Supandi”.

Drs Andriana Supandi ini kakak kandung pertama dari penggugat (Drs.Arry Ariana Supandi) yang memberikan kuasa kepada penggugat untuk melakukan gugatan kepada semua ahli waris tergugat.terang Inu.

Selain itu menjawab dalil para tergugat tentang nama orang tua para tergugat yang memiliki beberapa nama adalah orang yang sama yaitu A.Supandi alias H.A Supandi alias RS.Sopandi alias RSH.Sopandi alias R.Suhadi Supandi alias RS.Hady Supandi,berdasarkan surat Penjelajahan nama Nomor : 1066/KS/XI/2002 yang dibuat oleh Turut tergugat III (kepala desa Ciranjang) telah dibantah oleh kepala desa setempat dikarenakan surat Penjelajahan nama nama tersebut tidak mempunyai kop surat dinyatakan tidak sah dan bukan produk/buatan kantor desa setempat.

“Itu sudah jelas adanya menyeludupkan hukum demi mendapatkan hak atas tanah yang di Jl.Pemuda Jakarta,Namun sudah ditetapkan oleh pengadilan negeri Cianjur dengan nomor 128/Pdt.P/2019/PNCJ tertanggal 16 Oktober 2019.Padahal dengan fakta serta bukti seperti yang ada bahwa tanah di Jl Pemuda Jakarta adalah milik dari A.Supandi yang tidak mempunyai nama nama lain atau tidak mempunyai alias”.tandas Inu.

Ini diantara isi replik yang kita sampaikan terhadap jawaban para tergugat intinya kita dari pihak penggugat “menolak eksepsi tergugat I,II,IV dan V untuk seluruhnya,Dalam pokok perkara mengabulkan gugatan dari penggugat untuk seluruhnya,pungkas Inu.

Sementara itu kuasa hukum tergugat saat ditemui usai sidang untuk diminta keterangan terkait agenda sidang hari ini tidak memberikan keterangan apa apa.

Hasbi (Abie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *