Mantan Kepala Desa Partungko Naginjang Jadi Tersangka Korupsi Alih Fungsi Lahan Hutan Seluas 350 Hektar

  • Whatsapp

Samosir, Infobanua.co.id – Mantan Kepala Desa Partungko Naginjang ditetapkan sebagai Pelaku Dugaan Tindak Pidana Korupsi, tentang Alih Fungsi Hutan Lindung di Kawasan Lokasi Hutan Lindung Tele, Nagori (Desa) Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Kamis (25/03/2021).

Mantan Kepala Desa, berinisial BPP itu, diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi Alih Fungsi Lahan Hutan, Sejak Tahun 2003 hingga Tahun 2013 yang lalu, Seluas 350 Hektar.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Samosir, Tulus Tampubolon mengatakan Pelaku BPP ditahan, karena Perbuatan Melawan Hukum Pelepasan Lahan di Kawasan Lokasi Hutan Lindung Tele di Desa Partungko Naginjang.

“Pelaku BPP melakukan Tindakan Pidana tersebut, Sejak Tahun 2003, hingga 2013, Seluas 350 Hektare,” ujar Tulus, di Ruang Kerjanya, Jumat (26/03/2021).

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan Pelaku sesuai Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Nomor : Print-06/L.2/Fd.1/03/2021, Tanggal 25 Maret 2021.

Tulus menjelaskan, disaat Masa Jabatannya sebagai Kepala Desa Partungko Naginjang, Pelaku BPP telah mengumpulkan Masyarakat Desanya, Berjumlah 293 Orang untuk mengajukan, dan memberi Izin Membuka Lahan di Kawasan Lokasi Hutan Lindung Tele.

Pelaku BPP kemudian mengumpulkan Nama-nama Masyarakat yang hendak mengajukan Izin Membuka Lahan tersebut dalam 7 Grup Kelompok Tani.

“Kala itu, Pelaku BPP melakukan Pengutipan Uang, Sebesar Rp 600 Ribu Per Orang. Setelah Uang terkumpul, lalu diserahkan kepada Tim Penataan dan Pengaturan Kawasan Lokasi Hutan Tele di Desa Partungko Naginjang,” jelasnya.

Terkait tindakan yang dilakukannya, sambung Tulus, Pelaku BPP dipersangkakan telah melanggar Pasal 2, dan Pasal 3, Undang Undang Nomor 31, Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20, Tahun 2001 Jo. Pasal 55, ke 1 KHUP Pidana.

“Pelaku BPP kini sudah ditahan, Selama 20 Hari Pertama, Pelaku dititipkan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polda Sumut,” pungkasnya.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *