Minimnya Kepedulian Pemkab Pessel, Masyarakat Tapan yang Terdampak Banjir Kecewa

  • Whatsapp

Pesisir Selatan, Infobanua.co.id – Masyarakat di Kecamatan Ranah Ampek Hulu dan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) merasa kecewa dengan pemerintah daerah setempat. Sebab, minimnya perhatian pemerintah soal penanganan banjir di tersebut.

Kekecewaan itu disampaikan oleh salah seorang tokoh pemuda Regil (30), dimana ia menilai pemerintah daerah lalai dalam melakukan penanganan dan membantu masyarakat di kecamatan itu setiap kali banjir melanda.

“Penanganan dalam mengatasi banjir sungguh lambat. Begitu juga dengan bantuan terhadap masyarakat yang terdampak banjir, “sebutnya pada wartawan melalaui telepon seluler Senin (29/3/2021).

Parahnya lagi, sambungnya, sampai kini sejak terjadinya banjir pada Minggu malam, Bupati atau Wakil Bupati belum juga turun kelokasi untuk menengok dahsyatnya banjir yang melanda ribuan masyarakat di Tapan.

“Seharusnya, Bupati dan Wakil Bupati sudah melihat kesini sebagai kepedulian terhadap masyarakatnya. Lihatlah seperti apa kondisi kami, dan kerusakan yang disebabkan banjir, “ucapnya.

Pasca terjadinya banjir yang cukup parah kali ini, ia mewakili masyarakat di kecamatan itu, berharap pemerintah harus segera menangani persoalan banjir disini.

“Ini sudah persoalan klasik, ditahun ini saja sudah 4-5 kali kami diterjang banjir. Kami berharap ini harus menjadi Pekerjaan Rumah (PR) utama bagi pemerintah kita,”tutupnya sambil berharap.

Sementara itu, Kepala Dinas PSDA Pessel, Doni Gusrizal, mengatakan, pihaknya dari pemerintah daerah sudah berupaya meminimalisir dan mengatasi persoalan banjir yang disebabkan runtuhnya tabing sungai batang tapan.

“Kita sudah berupaya memperbaiki tanggul tabing batang tapan, dengan membuat tanggul darurat. Tapi sifatnya hanya sementara dan tidak bertahan lama, “katanya pada wartawan.

Kenapa hanya sementara disampaikan, Doni Gusrizal, sebab untuk upaya normalisasi sungai dan perbaikan tanggul sungai, itu merupakan kewenangan provinsi.

“Upaya awal yang kita lakukan sudah kita kerjakan. Namun, tidak bertahan lama, kita sudan buat tanggul darurat dengan menurunkan 2 alat berat kita yang bekerja di sana. Alokasi dana yang kami siapkan hanya Rp300 juta,” ujarnya.

Kemudian tambahnya, untuk upaya permanen, pihaknya dari pemerintah daerah sedang membuat proposal pada Pemprov Sumbar dan Kementerian Pekerjaan Umum. Bahkan, beberapa waktu lalu, dan itu telah terekspos di depan Menko Maritim.

“Untuk proposal di pusat, kami tak tau kapan pastinya. Kini saya bersama Pak Wabup sedang di Pemprov, “tutupnya

Diketahui, banjir akibat luapan sungai batang tapan yang terjadi pada Minggu malam, merendam 2 kecamatan yaitu Basah Ampek Hulu Tapan dan Ranah Ampek Hulu Tapan.

Dari 2 kecamatan itu, terdapat 10 kenagarian terendam banjir, dimana diantaranya, Nagari Tapan, Koto Anau Tapan, Batang Arah Tapan, Tanjuang Pondok Tapan, Dusun Baru Tapan, Nagari Batang Betung Tapan.

Nagari Talang Balarik Tapan, Nagari Limo Puruik Tapan, Nagari Kampuang Tengah Tapan dan Nagari Binjai Tapan. Lebih dari 1.000 rumah di 10 nagari itu turut terendam dan 4.000 lebih warga terpaksa mengungsi. (Robi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *