Orang Tua Murid MAN Purworejo Keluhkan Iuran SPI Dalam Jangka 1 Minggu Harus Lunas

  • Whatsapp

PURWOREJO, infobanua.co.id – Program pemerintah melalui kementrian Agama yang mengratiskan iuran sekolah belum sepenuhnya dirasakan siswa di kabupaten Purworejo
Jawa Tengah
Seperti halnya keluhan salah satu orang tua murid yang bekerja sebagai Guru di sebuah PAUD yang tidak mau disebutkan namanya saat di hubungi melalui pesan whatsap mengatakan, Bahwa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MAN Purworejo, dirinya diminta dalam waktu 1 minggu setelah diterima untuk mendaftar ulang, Dan diwajibkan melunasi biaya Sumbangan Pengembangan Institusi serta biaya seragam sekolah sebesar Rp 1.530.000 untuk putra, Sebesar Rp 1.660.000 untuk putri.

“Ya mau tidak mau, ya harus lunas, dan orang tua belum diadakan rapat komite, itu baru mendaftar juk langsung diterima dan diminta untuk daftar ulang, padahal saya bekerja sebagai guru PAUD dan suami sebagai buruh harian lepas tentu sangat keberatan,

Sementara itu, Kepala Sekolah MAN Purworejo, melalui Wakil Kepala Sekolah Bisri berdalih bahwa pungutan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kementrian Agama dimana dalam surat Edaran, Komite Sekolah diijinkan menarik pungutan pada siswa yang tidak tercover di Dana BOS.

“Ada edaran dari kementrian agama untuk mengambil biaya SPI, komite sekolah boleh menarik biaya untuk mengcover yang tidak bisa di biayai oleh dana bos,” dalihnya saat ditemui media Suarakpk dan Trisual di ruang kerjanya.
Kamis (25/3/2021)

Bisri menjelaskan,”untuk biaya seragam, masing-masing siswa siswi akan mendapatkan 5 stel seragam, untuk seragam ada 5 set, Seragam OSIS, pramuka, identitas, batik, seragam olah raga.

Ditempat terpisah Kasi Kurikulum Kesiswaan Kementerian Agama Jawa Tengah, Juair saat dikonfirmasi belum lama ini, (26/3/2021) menandaskan, sumbangan tidak boleh menentukan jumlah dan mewajibkan pada peserta didik, selain itu, juga harus melalui rapat komite sekolah.

“Kalau sebatas sumbangan tidak ditentukan silahkan saja, dan itu harus dirapatkan melalui rapat komite sekolah, dan bagi orang tua yang keberatan dengan sumbangan bisa langsung menghubungi pihak sekolah, tutupnya. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *