AJPLH Sebut Banjir Tapan Peringatan Keras untuk Pemkab Pessel

  • Whatsapp

Pesisir Selatan, Infobanua.co.id – Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Hidup (AJPLH) menyebut banjir yang terjadi di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan sejak Minggu, 28 Maret 2021, merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.

Ketua Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Hidup (AJPLH) Soni, S.H, mengatakan banjir itu menunjukkan bahwa Kabupaten Pesisir Selatan berada pada situasi darurat ekologis. “Krisis iklim akan semakin memperparah kondisi ini,” sebutnya pada Infobanua.co.id, Rabu, (31-3-2021)

Soni mengungkapkan AJPLH telah mengingatkan bahwa krisis lingkungan hidup di pesisir selatan penyangganya akan terakumulasi dan memicu bencana ekologis yang besar. Terlebih, kata dia, saat ini kondisi ribuan orang yang mengungsi akibat banjir semakin berat lantaran pandemi Covid-19 yang masih merebak.

AJPLH pun meminta pemerintah kabupaten pesisir selatan menanggulangi banjir dan menyelamatkan warga yang menjadi korban, khususnya kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lanjut usia. Keselamatan dan kesehatan warga yang terdampak, kata Soni, harus dijamin oleh pemerintah.

Menurut Soni, pihaknya juga meminta pemerintah kabupaten pesisir selatan mengoreksi dan mengevaluasi kebijakan pembangunan yang beresiko tinggi terhadap lingkungan hidup dan keselamatan warga secara menyeluruh.

Pemerintah pesisir selatan, lanjut dia, juga perlu bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh warga yang menjadi korban banjir. Perlu adanya jaminan agar peristiwa serupa tak terulang serta adanya langkah adaptasi dan mitigasi bencana dengan melibatkan warga sesuai Undang-Undang Penanggulangan Bencana.” katanya.

Seperti diketahui, banjir kembali mendera masyarakat di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan pada Minggu, 28 Maret 2021. Hingga kini, air masih menggenangi rumah warga dan sejumlah badan jalan.

Untuk Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, banjir merendam 4 nagari antara lain Nagari Talang Balarik Tapan, Nagari Limo Puruik Tapan, Nagari Kampuang Tengah Tapan dan Nagari Binjai Tapan.

Sementara di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan merendam 6 nagari antara lain Nagari Tapan, Nagari Koto Anau Tapan, Nagari Batang Arah Tapan, Nagari Tanjuang Pondok Tapan, Nagari Dusun Baru Tapan, Nagari Batang Betung Tapan.

Banjir turut menggenangi lebih dari 1.000 rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, kantor nagari dan kantor camat. Bagi sekolah yang terdampak, kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara. (Robi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *