3 Perusahaan Swasta Mendapatkan Bimbingan Khusus Dari Dinas Lingkungan Hidup Kalsel

  • Whatsapp

BANJARBARU, infobanua.co.id – Pemerintah (Pemprov Kalsel) memberikan penghargaan ke 59 industri perusahaan yang ada di Kalimantan Selatan.

Penghargaan kali ini merupakan salah satu apresiasi Pemprov Kalsel untuk perusahaan yang dapat mengelola lingkungan dengan baik.

“Ini salah satu upaya teknik kita dalam melakukan inovasi dengan metode elektornik sistem, kami menilai partisipasi perusahaan yang ikut menjaga lingkungan,”ucap Safrizal ZA selaku PJ Gubernur Kalsel.

Safrizal menilai pemberian penghargaan perusahaan ini merupakan upaya penyelamatan dari lingkungan. “Upaya kita kali ini merupakan upaya penyelamatan lingkungan sebagai mana bentuk konservasi kita terhadap lingkungan,”ujarnya.

Pemprov Kalsel memberikan penghargaan Proper (Program Peningkatan Peringkat Kinerja) kepada 59 perusahaan yang dikelompokkan menjadi 4 kategori yakni kategori emas, hijau, biru dan merah.

Dari 59 perusahaan yang ada 1 perusahaan mendapatkan predikat emas, 7 perusahaan mendapatkan predikat hijau, 48 perusahaan mendapat biru dan yang terakhir 3 perusahaan mendapatkan predikat merah.

Sebagai informasi, Propernas ini merupakan inisiasi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan perusahaan – perusahaan yang memperoleh penghargaan diusulkan langsung oleh masing – masing pemerintah Kabupaten dan Dinas Lingkungan Hidup Kalsel untuk mengusulkan perusahaan tersebut ke tingkat nasional/pusat.

Disisi lain, Hanifah Dwi Nirwana selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel menuturkan ada beberapa faktor yang membuat 3 perusahaan mendapatkan predikat merah. “Ada yang merah, karena mereka tidak melakukan pengimputan di aplikasi SIMPEL (Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup). Ujarnya

SIMPEL adalah aplikasi yang dibangun oleh KLHK dalama rangka pemenuhan kewajiban dari perusahaan untuk pengelolaan lingkungan hidup,”terang Hanifah kamis, (1/4).

“Jadi didalam SIMPEL itu sangat detail, sangat clear, apa yang harus mereka lakukan sesuai mereka perjanjikan dalam dokumen yang ada didalam dokumen lingkungan mereka,”tambahnya.

Tidak adanya pengelolaan limbah B3, menjadi salah satu faktor penyebab satu dari tiga perusahaan mendapatkan predikat merah.

“Dari tiga perusahaan tersebut ada satu yang pengelolaan limbah B3 nya masih kurang dari hasil pengelolaan B3nya, kalau yang dua perusahaan lain mereka memang tidak melakukan penginputan data,”jelasnya.

Hanifah menerangkan, ketiga perusahaan yang mendapatkan predikat merah nantinya akan dibina dan dibimbing pihak Dinas Lingkungan Hidup Kalsel agar mendapatkan predikat yang lebih baik.

“Nanti yang merah yang tiga perusahaan itu akan kita bina agar predikatnya berubah menjadi biru, karena di Propernas 2019 lalu yang dulunya merah ditahun 2020 sekarang sudah mendapat biru karena telah kita bina,” pungkasnya

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *