Harga BBM di Sumut Naik Rp200/Liter

  • Whatsapp

Medan, Infobanua.co.id – Harga Jual Bahan Bakar Minyak (BBM) di Wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami Kenaikan Harga, sebesar Rp 200 Per Liter, mulai Tanggal 1 April 2021.

Kenaikan terjadi, karena perubahan Tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) khusus Bahan Bakar Non-Subsidi, menjadi 7,5 Persen di Wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Kenaikan BBM sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera Utara, Nomor 1, Tahun 2021, dan data yang diperoleh, kenaikan BBM di Provinsi Sumut, dibuat oleh Pertamina berdasarkan Surat, Nomor : 348/Q21030/2021-S3, Tertanggal 31 Maret 2021, Perihal Harga Jual Keekonomian BBM Pertamina untuk Provinsi Sumatera Utara.

Dalam hal ini, Para Pengusaha SPBU juga diminta agar melakukan penyesuaian Teknis Display dan Setting Mesin di setiap SPBU sesuai dengan List Harga tersebut.

Maka terhitung mulai 1 April 2021, Jam 00.00 WIB, Harga Jual Keekonomian BBM pada Pelanggan mengalami perubahan, antara lain:

1. Pertalite dari Rp 7.650, naik menjadi Rp 7.850 Per Liter.

2. Pertamax dari Rp 9.000, naik menjadi Rp 9.200 Per Liter.

3. Turbo dari Rp 9.850, naik menjadi Rp 10.050 Per Liter.

4. Dex dari Rp 10.200, naik menjadi Rp 10.450 Per Liter.

5. Dexlite dari Rp 9.500, naik menjadi Rp 9.700 Per Liter.

6. Solar NPSO dari Rp 9.400, naik menjadi Rp 9.600 Per Liter.

Ketua DPW FSPMI Sumut, saat diminta pendapatnya tentang kenaikan harga BBM,Willy selaku ketua FSPMI Sumut angkat bicara.

Menyikapi hal tersebut Elemen Buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut), sangat menyayangkan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut.

Hal ini disampaikan Willy Agus Utomo, Ketua FSPMI Sumut mengatakan, kebijakan ini merupakan bentuk ketidak pedulian Pemerintah terhadap kondisi Masyarakatnya.

“Pemerintah kita tidak punya hati, sudah Masyarakat banyak terhimpit ekonominya pasca  Pandemi Covid- 19 ini, Buruh Sumut juga tiada mengalami kenaikan Upahnya Tahun 2021 ini, malah seenaknya saja menaikan Harga BBM,” ungkap Willy, Jumat (02/04/2021)

Menurut Willy, dampak dari kenaikan harga BBM tersebut pastinya membuat harga-harga kebutuhan pokok pasti makin melambung. Apa lagi, Bulan April 2021 ini memasuki Bulan Suci Ramadhan, dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, diterapkan kenaikan BBM. Para Pelaku Usaha kerapkali menaikan harga Kebutuhan Pokok Masyarakat bila harga BBM tetap naik.

“Sebaliknya, justru kami mengira, Pemerintah akan mengeluarkan kebijakan menurunkan harga BBM ditengah Pandemi ini, dan menurunkan harga Kebutuhan Pokok, untuk itu kami minta Pemerintah dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara harus mencabut kebijakan itu, agar tidak kami ungkapkan tidak punya hati,” jelas Willy.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *