Ayah Dan Anak Tertimpa Pohon Taman Kota

  • Whatsapp

Kuala Kapuas, infobanua.co.id – Taman kota atau Hutan kota yang di dominasi pohon sengon berukuran besar, yang berada di sebelah selatan stadion mini Panunjung Tarung dan berseberangan dengan RSUD, malam ini sekitar pukul 19.30 Wib memakan korban. Adalah Yepertengas, bekerja di dinas PU Kapuas dan putranya Erwan, staf di kantor Kelurahan Selat Barat.

Diduga keduanya berhenti di depan jejeran lapak cemilan sisi Barat Taman Kota atau persisnya Jl. Maluku atau di seberang kantor PWI karena ingin membeli sesuatu namun naas bagi keduanya, belum lagi turun dari kendaraannya tiba tiba satu pohon dari taman kota tumbang dan menimpa keduanya.

Sontak saja sejumlah anggota Polisi dari Polsek Selat yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat kejadian dan dibantu sejumlah orang yang kebetulan berada di tempat kejadian berupaya menolong kedua korban namun tidak mudah karena posisi kaki sebelah kanan salah satu korban terhimpit dahan pohon yang tumbang.

Kedua korban baru bisa di evakuasi setelah tiba bantuan dari dinas Penanggulangan Bencana dan sejumlah anggota fire rescue. Atas kejadian tersebut ayah dan anak ini mengalami luka serius terutama sang ayah yang mengalami patah pergelangan kaki dan saat ini Keduanya tengah menjalani perawatan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kapuas.

Beberapa orang di tempat kejadian mengaku menyayangkan dinas PUPR Kapuas yang tidak kunjung melakukan peremajaan seperti melakukan penanaman pohon baru untuk mengganti pepohonan yang di dominasi sengon tersebut.

Seperti dituturkan Ifan,, ia mengaku selalu was was bila melintas di sekitar taman kota apalagi ketika hujan yang dibarengi angin kencang. “Yang namanya sengon, bila sudah berdiameter di atas 25 cm biasanya rentan terhadap angin, apalagi pohon sengon  sebesar yang ada di taman kota, yang sudah berusia dupuluhan tahun, sangat di khawatirkan akarnya tidak akan kuat untuk menopang pohonnya yang tidak hanya besar tapi juga tinggi. “Demikian tukas warga Selat Tengah ini saat dibincangi. (Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *