Rumah Sakit Mitra Medika Tembung, Tersandung Kasus Salah Nama Pada Pelaksanaan Pemakaman Jenazah

  • Whatsapp

Percut Sei Tuan, Infobanua.co.id – Ada apa dengan Rumah Sakit Mitra Medika Tembung, sampai saat ini Rumah Sakit Mitra Medika Tembung menjadi perbincangan hangat dikalangan Masyarakat Umum. Hal ini berbuntut atas kejadian salah nama pada saat pemakaman jenazah S (62), warga Desa Bandar Khalipah, di Pemakaman Covid-19, di Pasar XII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pasalnya, pada saat Para Medis Rumah Sakit Mitra Medika Tembung, menghantarkan Jenazah yang katanya terpapar Covid-19, akan siap dimakamkan. Tiba-tiba timbul keributan ataupun protes dari Keluarga Jenazah tersebut. Karena saat Peti Jenazah akan diturunkan dari mobil Ambulans, terlihat oleh keluarga pasien, dimana Identitas nama yang tertulis di Peti Mati itu, tidak sesuai dengan nama Pasien yang akan di makamkan tersebut.

Akibatnya, Keluarga Pasien meminta kepada Para Medis yang berada dilokasi pemkaman itu untuk membongkar peti mati tersebut guna memastikan kebenaran Jenazah yang berada dipeti itu adalah keluarga mereka.

Atas kejadian salah nama itu sempat diklarifikasi oleh Salah Seorang Medis Rumah Sakit itu, bernama Rianda Pratama. Dia tidak mengetahui atas kesalahan itu, dan dia menyatakan hanya sebatas sebagai Petugas Pemulasaraan, dan sebagai Operan Kerja saja.

“Bahwa Tim Pihak Rumah Sakit yang salah membuat penulisan Identitas tersebut. Pihak Rumah Sakit sudah memberhentikan Petugas Rumah Sakit itu, dan ini merupakan kejadian pertama di Rumah Sakit Mitra Medika,” jelas Rianda Pratama.

Untuk memastikan ucapan dari Rianda Pratama yang merupakan Salah Seorang Petugas yang diutus oleh Pihak Rumah Sakit tersebut, Awak Media melakukan kroscek kembali kebenaran atas pernyataan yang dibuat Rianda Pratama yang diucapkannya pada saat melaksanakan Pemakaman Almarhum S, dimana pada Peti Matinya ada tertulis nama Edi Siburian yang divonis oleh Pihak Rumah Sakit tersebut telah meninggal dunia, akibat terpapar Covid-19.

Ironisnya, pada saat di konfirmasi kepada Resepsionis Rumah Sakit Mitra Medika Tembung, bahwa Pasien yang bernama Edi Siburian yang tertulis pada Peti Mati tersebut tidak ada di Daftar Rumah Sakit itu.

“Sudah kita Cek Pasien Rumah Sakit Mitra Medika yang bernama Edi Siburian tidak ada, jika seandainya sudah keluar, datanya pasti masih ada berkasnya” jelas Resepsionis Rumah Sakit tersebut yang tidak bersedia diketahui namanya,” Senin (05/04/2021).

Sementara, Pihak Keluarga S yang di Vonis Meninggal karena akibat terpapar Covid-19. Keluarga Pasien merasa kesal dengan Pihak Rumah Sakit, karena Pasien telah meninggal dunia, pasien baru dinyatakan terpapar Covid-19. Padahal pada saat dirawat Pihak Rumah Sakit tidak pernah mengatakan Pasien itu terpapar Covid-19.

“Aneh saja, mengapa disaat Pasien baru meninggal, Pihak Rumah Sakit menyatakan bahwa Pasien meninggal akibat terpapar Covid-19, kenapa sebelumnya tidak ada informasi seperti itu. Ada apa dengan Pihak Rumah Sakit Mitra Medika ini,” sebut Suryani, Istri Almarhum sambil terheran.

Berdasarkan Surat Keterangan Diagnosa yang diketahui oleh awak media,  sesuai Surat Keterangan Test Covid-19 yang dikeluarkan Rumah Sakit Mitra Medika, Nomor : RSU.MM/RM/04/IV/2021 atas Nama : S (62), Diagnosa : Covid-19 terkonfirmasi Berat + Ckd dd AKI+ Colic Abdomen+ Hepatis dengan Hasil Pemeriksaan POSITIF, yang diterbitkan tanggal 02 April 2021, hanya pembubuhan Stempel saja, tanpa ditandatangani oleh Direktur Rumah Sakit Mitra Medika.

Tokoh Masyarakat dari LSM Formapera Sumatera Utara, Fery Afrizal mengungkapkan, sangat menyanyangkan Sikap Tertutup Pihak Rumah Sakit Mitra Medika Tembung. Peristiwa yang terjadi itu telah melanggar UU No. 14, Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sehingga permasalahan ini menjadi Polemik di Masyarakat.

Soalnya, hal ini juga merupakan tindakan Pembohongan Publik, yang dilakukan Pihak Petugas Rumah Sakit itu pada saat melaksanakan pemakaman Pasien berinisial S, (62), Warga Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang Divonis Meninggal karena Covid-19.

“Kita akan usut dan telusuri terus apa yang sudah terjadi di Rumah Sakit Mitra Medika Tembung, soalnya kasus ini harus diselesaikan secara transparan, tanpa ditutupi” ujarnya tegas kepada awak media saat diminta tanggapannya terkait permasalahan ini, Senin (05/04/2021).

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *