Warga Nagori Pardomuan Bandar Layangkan Surat Pengaduan Dugaan Korupsi Pangulu, Tentang Penyelewengan Dana BLT DD Tahun 2020, Kepada Kejari Simalungun

  • Whatsapp

Simalungun, Infobanua.co.id – Rosman Purba beserta Warga Nagori Pardomuan Bandar, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, mendatangi Gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Simalungun guna mempertanyakan Laporan Pengaduan mereka, tentang dugaan Korupsi yang dilakukan oleh Pangulu, akan Penyaluran BLT DD kepada Warga.

Kedatangan Warga yang dikomandoi Rosman Purba Tambak, guna mempertanyakan terkait Laporan Pengaduan mereka ke Kejari Simalungun yang dilayangkan Warga Masyarakat Nagori Pardomuan Bandar, pada 25 Maret 2021 lalu.

Adapun Surat Laporan Pengaduan yang dilayangkan Warga Masyarakat Nagori Pardomuan Bandar, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, ke Kejaksaan Negeri Simalungun, yakni melaporkan Pangulu Julfikar Purba yang diduga melakukan Korupsi Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) pada Tahun 2020 lalu.

“Kami tadi sudah diterima oleh Bapak Ratno Pasaribu, Kasi Intel Kejari Kabupaten Simalungun, dan Pihaknya akan berjanji menelaah kembali Pengaduan kita, serta akan menindak lanjutinya,” ujar Rosman Purba saat saat dikonfirmasi via selulernya.

Dikatakan Rosman, pasca Para Warga hadir mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Simalungun, guna mempertanyakan Laporan Pengaduan Permasalahan mereka, disebutkan Ratno Pasaribu, bahwa Pihaknya akan segera menanggapi, dan melaksanakan penyelidikan langsung ke lapangan soal pengaduan masyarakat tersebut.

“Ratno Pasaribu, Kasi Intel Kejari Kabupaten Simalungun, tadi menyebutkan dalam Satu Minggu kedepannya ini, Pihaknya akan meninjau langsung ke lapangan,” kata Rosman.

Lebih jauh dikatakan Rosman Purba, bahwa Para Warga sebelumnya telah malayangkan Laporan Pengaduan terkait dugaan Korupsi yang dilakukan oleh Pangulu mereka, yakni Julfikar Puba.

“Pengaduan terkait Pembangunan di Desa kami, dan Penerimaan BLT DD Tahun 2020. Di Desa kami ini, Warga Penerima BLT DD tersebut hanya dapat Empat Kali Penyaluran atau Pencairan, yakni pada Bulan April, Mei dan Juni 2020, dengan masing masing besaran Rp. 600.000, untuk Tiga Bulan, lalu di Bulan Desember 2020, dicairkan sebesar Rp. 900.000,” ungkap Rosman.

Disampaikan Rosman Purba kembali, ketika Pihaknya menanyakan mengapa Warga ada yang tidak terdaftar, namun sangat layak mendapatkan BLT DD tersebut kepada Pangulu. Pangulu mengatakan karena Dana BLT DD tersebut dipakai untuk Pembangunan Fisik atau Pembukaan Jalan. Namun bukti fisik pembangunan yang disebut Pangulu itu tidak ada, atau fiktif.

“Kami juga protes kepada Pangulu, soal ada Warga yang tidak terdaftar yang sangat layak mendapatkan BLT DD. Pangulu juga mengatakan, bahwa ada pembangunan fisik telah dilaksanakannya dan sudah dilakukan, tetapi kami sama sekali tidak melihat adanya pembangunan fisik itu,” kata Rosman Purba.

“Kami sudah audensi ke Kantor Camat untuk konfirmasi, dan klarifikasi, tentang hal tersebut. Penjelasan yang disampaikan kepada kami saat di Kantor Camat, juga tidak transparan, dan kurang puas akan penjelasan yang disampaikan oleh Pihak Kecamatan, hingga kami Warga menyepakatinya untuk menyampaikan permasalahan tersebut kepada Kejaksaan Negeri Simalungun untuk memproses secara hukum, dan demi keadilan yang kami rasakan,” sebutnya.

Dengan begitu, Rosman menyampaikan dirinya dan Warga lain merasa kurang adil soal pembagian BLT DD yang mereka tidak dapatkan. “Kami hanya dapat empat kali. Sementara Negara memberikan setiap bulan dan terbukti teman-teman kami dari Nagori lainnya yang juga Warga Penerima, menerima BLT DD itu setiap bulannya,” ucapnya.

Diungkapkan Rosman Purba, di Nagori Pardomuan Bandar, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, diketahui Penerima BLT DD mencapai 124 Orang. Terakhir, Penerima BLT DD hanya 24 Orang dengan alasan tidak cukup dana tersebut untuk disalurkan kepada Warga yang lainnya.

(AG-William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *