Kota Blitar Mendapat Piagam Penghargaan ODF dari Gubernur Jawa Timur

  • Whatsapp
Wali Kota Blitar, Santoso, menerima piagam penghargaan ODF dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Blitar, Infobanua.co.id – Berdasarkan hasil verifikasi tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Jatim), jika warga masyarakat Kota Blitar dianggap sudah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan di Sungai.

Untuk itu Kota Blitar mendapat piagam penghargaan sebagai daerah dengan predikat Open Defecation Free (ODF) dari Gubernur Jawa Timur.

Piagam penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Blitar, Santoso dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa 06 April 2021 malam.

Wali Kota Blitar, Santoso, mengatakan bahwa, penghargaan ODF dari Gubernur Jatim ini menjadi hadiah indah di moment Hari Jadi ke-115 tahun Kota Blitar.

Penghargaan itu juga semakin memicu Pemkot Blitar untuk terus memberikan pelayanan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada warga masyarakat.

Salah satu contoh PHBS adalah warga masyarakat tidak lagi buang air besar di sembarangan atau di Sungai.

“Penghargaan ini menjadi hadiah istimewa di Hari Jadi ke-115 tahun Kota Blitar, dan dengan penghargaan ini, kami semakin konsen memberikan pelayanan perilaku hidup bersih dan sehat kepada warga masyarakat,” kata Santoso, Rabu 07-04-2021.

Selanjutnya Santoso, berharap agar warga masyarakat Kota Blitar terus berperilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan tidak buang air besar sembarangan di sungai.

“Kami juga akan terus meningkatkan fasilitas pelayanan terkait sanitasi kepada warga masyarakat,” jlentrehnya.

Sementara itu Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Blitar, dr Dharma Setiawan, mengatakan bahwa, ada lima indikator yang membuat Kota Blitar meraih piagam penghargaan ODF.

Kelima indikator tersebut, antara lain, terjadi perubahan perilaku masyarakat yang biasa buang air besar di sungai, sekarang ke jamban yang layak.

Banyak rumah tangga di Kota Blitar sudah memiliki jamban yang kondisinya layak.

“Masyarakat tidak buang air besar di sungai atau tempat terbuka, tapi di jamban yang layak. Dan banyak rumah tangga yang sudah memiliki jamban,” kata dr.Dharma.

Masih menurut dr.Dharma bahwa, indikator lainnya, yakni terkait kinerja Wali Kota yang lebih konsentrasi dalam memberikan pelayanan terkait sanitasi di warga masyarakat.

Sedang Dinas Kesehatan memiliki tim sanitasi di masing-masing Puskesmas.

Tim sanitasi ini bekerja dengan baik dalam mendeteksi warga yang buang air besar di jamban di rumah masing-masing.

“Kota Blitar berhasil meraih penghargaan ODF karena terjadi perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat salah satunya dengan tidak buang air besar sembarangan di sungai,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *