Wapres RI : Permintaan Revitalisasi 5 Pasar di Sumbar Agar Menjadi Perhatian Menteri Terkait

  • Whatsapp

Pariaman, Infobanua.co.id – Wakil Presiden KH. H. Ma’ruf Amin meminta kepada Menteri Perdagangan, Menteri PUPR dan Kementerian terkait terhadap permintaan Gubernur Sumbar dan Walikota Pariaman.

“Agar perhatikan karena ini adalah komitmen pemerintahan dan pembangunan nasional. Insya Allah dilaksanakan, cuma hanya soal waktu yang nenentukan semoga dapat disesuaikan, ada yang cepat, ada yang lambat sesuai dengan kue yang tersedia,” kata Ma’ruf Amin pada saat acara peresmian pasar rakyat Pariaman di Pariaman, Selasa (6/4/2021)

Ma’ruf Amin juga katakan , lrogram revitalisasi pasar rakyat merupakan program lintas kementerian, perdagangan, PUPR dan koperasi dan UMKM. Program revitalisasi ini merupakan program nasional untuk meningkatkan daya saing dan tata kelola manajement yang baik dengan mengakomodir kearifan lokal.

Ma’ruf Amin juga menyampaikan, revitalisasi tidak saja berupa pembangunan fisik akan tetapi juga revitalisasi manajement, sosial dan budaya dan ekonomi.

“Diharapan pemerintah daerah dan pihak pengelola haruslah melakukan revitalisasi manajement dalam tata niaga sebagai pelayanan kepada publik. Revitalisasi ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan revitalisasi ini menciptakan ramah lingkungan, produktif dan mengikuti dinamika pembangunan daerah,” ajaknya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan dan usulan 5 Revitalisasi Pasar di Sumbar kepada Wapres RI Prof Dr (HC) K H Ma’ruf Amin.

Keberadaan Pasar rakyat ini sebenarnya terus berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang menggantungkan dan berharap kehidupannya semakin membaik dari keberadaannya. Namun demikian, dari jumlah pasar rakyat sebanyak 516 unit di Sumatera Barat, yang tersebar pada 19 Kabupaten/Kota dan sebahagian besar (393 unit atau 76,16 persen) diantaranya dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat.

Adapun 5 pasar di Sumbar yang mendesak dibenahi untuk pemulihan ekonomi sebagai berikut :

1. Pasar Serikat C Batusangkar, Pada rapat kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019 di Inonesia Convention Exibilition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD) Tanggerang Selatan pada tanggal 12 Maret 2019, Bupati Tanah Datar mengusulkan pengembangan Pasar Serikat C Batusangkar dengan anggaran senilai Rp. 50.000.000.000,- (Lima puluh milyar rupiah dan telah disetujui oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Untuk itu, kami mohon kiranya kepada Bapak Wakil Presiden untuk membantu merealisasikan dana tersebut untuk pengembangan Pasar Serikat C Batusangkar yang sudah tua.

2. Pasar Raya Fase VII Padang merupakan pusat perdagangan utama Kota Padang. Pemerintah Kota Padang sudah mengajukan proposal untuk pembangunan Pasar Raya Fase VII ke PUPR sebesar Rp. 200.000.000.000,-(Dua ratus milyar rupiah). Untuk pembangunan tersebut kami juga memohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk bisa merealisasikan pembangunan Pasar Fase VII tersebut yang kondisinya cukup memprihatinkan.

3. Pasar Koto Baru Kec. X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Pasar ini merupakan pusat perdagangan sayuran yang terletak di Jalan Padang- Bukittinggi yang merupakan jalur lalu lintas yang sangat padat dan sering mengalami kemacetan. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dana BKK APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018 telah membantu revitalisasi Pasar Koto Baru sebesar Rp. 13.660.000.000,- (Tiga belas milyar enam ratus enam puluh juta rupiah). Untuk kelanjutan Pasar Koto Baru kami mohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk dapat membantu kelanjutan Pasar Koto Baru Tahap II sebesar Rp. 16.140.000.000,- (Enam belas milyar seratus empat puluh juta rupiah).

4. Pasar Bawah Bukittinggi. Pasar Bawah di Bukittinggi yang merupakan Pasar Rakyat yang sudah lama berdiri juga membutuhkan perhatian dari Presiden untuk Revitalisasi Pasar, mengingat kondisi sarana Pasar Bawah yang sudah tidak layak dan tua untuk ditempati Pedagang dan Pembeli.

5. Pembangunan pasar basah di sekitar pasar rakyat Kota Pariaman mengakomudir keinginan masyarakat nelayan dan juga bagian dari meningkatkan aktifitas pasar rakyat Kota Pariaman. (Robi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *