BKKBN Harus Optimalkan Potensi yang ada di Internal,Untuk Suksesnya Penanganan Stunting di Indonesia

  • Whatsapp

Jakarta, infobanua.co.id –Anggota Komisi IX DPR RI Fadholi memberikan dukungan kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai leading sector dalam penanganan stunting di Indonesia.

Fadholi lebih menitik beratkan dalam program penanganan stunting BKKBN memprioritaskan pemberdayaan sumberdaya internal yang dimiliki oleh BKKBN yanga hingga ke pelosok daerah terpencil.

“Sangat strategis melakukan koordinasi secara internal terutama koordinasi antara BKKBN Pusat,Provinsi dan Kabupaten secara baik”,kata Fadholi saat Rapat Dengar Pendapat antara Komisi IX dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),di Gedung DPR RI,Kompleks Parlement,Jakarta,Selasa,(6/4/2021).

Menurutnya perlu koordinasi secara baik karena selama ini masih ada hal hal yang belum terdistribusikan dengan baik program pusat dalam hal pelaksanaan aplikasi di daerah.

Yang cukup strategis dalam hal ini adalah mengoptimalkan daripada peran posyandu,program konkret apa yang bisa di berikan pada posyandu untuk bisa mendukung melaksanakan program stunting ini,kata Fadholi.

Menurut Politisi Partai Nasdem ini secara riil dalam penanganan anak anak lebih banyak di lakukan Posyandu ini.Sementara kondisi Posyandu di daerah terutama di derah pedalaman dan pedesaan peralatannya sangat sederhana,masih banyak lagi yang harus di perhatikan.

Selain Posyandu pengoptimalkan fungsi bagi kader KB juga perlu dilakukan untuk mendukung ke suksesan program Percepatan penanganan Stunting ini.

Menurutnya para kader KB terutama yang non PNS akan bisa di fungsikan secara straregis ikut penanganan stunting ini.Persoalannya saat ini kader KB Non PNS ini sangat sedikit,bahkan ada desa yang tidak memiliki kader.

BKKBN harus mengutamakan pengoptimalan sumber daya internal yang dimiliki jangan hanya mengandalkan koordinasi dan alokasi dana desa.

“Saya fikir dengan mengoptimalkan peran peran yang sudah ada di lingkup BKKBN ini,dengan meningkatkan peran dan fasilitasnya ini tidak kalah penting.

BKKBN harus berani memberikan perhatian khusus dengan memberikan penghargaan dan insentive tanpa harus hanya menggantungkan dari koordinasi dan dana desa,BKKBN harus berani langsung memberikan penganggaran atau perhatian khusua pada mereka,dan mengoptimalkan peran peran yang ada di internal dalam hal ini kader Posyandu,Kader KB,dan PKK yang ada di Provinsi,dannjabuoaten Kota,pungkas Fadholi.

indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *