Kementan Ri Tegaskan Pengembangan Food Estate Merupakan Kerja Keras Dalam Mengamankan Pangan Untuk 267 Juta Rakyat Indonesia

  • Whatsapp

KAPUAS, infobanua.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meninjau kawasan food estate di blok A5 Desa Bentuk Jaya Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (7/4).

Kunjungan kali ini didampingi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono, serta Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, untuk melakukan pengecekan progres pengembangan Food Estate Kalteng.

“Jadi kami sesuai perintah Pak Presiden dengan Menteri Pertanian, Menteri PUPR, Kepala Staf Presiden di tugaskan untuk meninjau lahan pengembangan food Estate yang direncanakan seluas 167.000 hektar. Sebagai tahap awal seluas 20.000 hektar, Saya kira prosesnya sangat bagus,” ujar Menko Luhut.

Menko Luhut secara tegas mengatakan kawasan Food Estate Kalteng berfokus di wilayah pengembangan lahan gambut sehingga sinergi peran Kementerian Pertanian (Kementan), PUPR, dan Kementerian Desa menjadi sangat penting.

“Juga kolaborasi antara Tim riset yakni professor ahli Food Estate dengan Universitas di Palangkaraya didorong agar nanti semua terbuka jadi kita membuka diri untuk saling mengoreksi saling memperbaiki sehingga sinergi itu bisa menjadi pencapaian yang terbaik,”tegas Luhut.

Luhut juga meminta agar rekayasa tata kelola air pengolahan naik turunnya air disikapi secara serius karna ketersediaan air sangat penting untuk keberhasilan lahan pertanian. Sistem air harus terus dijaga baik itu pada musim hujan maupun musim kemarau. Cetusnya

“Nanti airnya itu bisa diatur sedemikian rupa sehingga tidak menjadi banjir dan nanti air bisa digunakan untuk menghindari kebakaran lahan seperti 2015 lalu.” Terangnya

Semua yang dilakukan dengan AI (red: artificial intelligence) dapat mengurangi penggunaan pupuk dan penyebaran pupuk agar dapat diatur. sekaligus memberikan kontribusi pada ketahanan pangan kita,” ujarnya.

Disisi lain. Mentan Syahrul memaparkan pengembangan Food Estate tahun 2020 yang dikelola Kementerian Pertanian (Kementan) tersebar seluas 20.000 hektar (ha) di Kabupaten Kapuas dan 10.000 ha di Kabupaten Pulang Pisau, hingga saat ini penanaman telah mencapai 96,7 persen atau seluas 29.032 ha dan sudah realisasi untuk panen seluas 15.862 ha hingga 31 Maret 2021.

Sementara itu, untuk kegiatan Tahun Anggaran 2021 akan dilaksanakan kegiatan pengembangan food estate seluas 37.633 ha yg terdiri dari kegiatan ekstensifikasi lahan seluas 22.992 ha diantaranya Kabupaten Kapuas 19.899 ha dan Pulang Pisau 3.094 ha. Kemudian dari kegiatan intensifikasi lahan seluas 14.641 ha terbagi di Kabupaten Kapuas 13.461 ha dan Pulang Pisau 1.180 ha. Bebernya

Syahrul menegaskan kegiatan pengembangan Food Estate ini merupakan kerja keras seluruh Kementerian dan Instansi terkait dalam mengamankan pangan untuk 267 juta rakyat Indonesia.

“Terhadap target luasan ini kita sedang mengupayakan penambahan lokasi yang tentunya sesuai dengan kaidah dan kriteria teknis yang telah ditetapkan,”terang Mentan Syahrul.

Ditambah lagi lahan blok A5 ini sudah 15 tahun tidak diolah sehingga perbaikan infrastruktur jaringan irigasi dan juga peningkatan jaringannya harus dilakukan sehingga tata kelola air dapat dilaksanakan secara optimal agar dapat memperbaiki kondisi tinggi muka air untuk dapat melakukan pertanaman.

“Maka kita harus bersama sama beriringan dalam mewujudkannya. Dengan upaya keras, petani kita dapat menghasilkan produksi yang terbaik dari hasil pengembangan food estate ini,” Pungkas Mentan Syahrul.

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *