Pemkot Blitar Mengijinkan Pasar Takjil di Tengah Kota

  • Whatsapp
Pasar takjil di jalan Ahmad Yani Kota Blitar, tahun 2019 lalu.

Blitar, Infobanua.co.id – Angin segar dihembuskan oleh Pemeribtah Kota Blitar. Pasalnya setelah tahun 2020 kemarin dilarang, tahun ini Pasar Takjil yang menjadi daya tarik Kota Blitar di bulan Ramadan, kembali diberikan ijin oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Seperti di tahun-tahun sebelumnya. Pasar takjil Ramadan Kota Blitar selalu digelar di jalan Ahmad Yani, muka Kantor Telkom sampai ke SMP Negeri 01 Kota Blitar.

Wali Kota Blitar, Santoso, mengatakan bahwa, Pasar Takjil di jalan Ahmad Yani rencananya diperbolehkan kembali.

“Dengan syarat harus menerapan protokol kesehatan secara benar dan ketat,” kata Walikota Blitar, Santoso, Kamis 08-04-2021.

Menurut Santoso, bahwa pertimbangan Pemkot Blitar memperbolehkan kembali digelarnya Pasar Takjil, karena alasan ekonomi.

Pihaknya menilai Pasar Takjil di jalan Ahmad Yani tersebut mampu menggerakkan perekonomian warga masyarakat.

“Pasar takjil diperbolehkan dengan harapan, pasar takjil akan mampu meningkatkan perekonomian warga masyarakat di masa pandemi covid-19,” jlentrehnya.

Sementara ditempat terpisah, Sekretaris Satgas Penanganan covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo, mengatakan bahwa, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait soal pengaturan pedagang. Dan para pedagang akan ditata agar tidak sampai menimbulkan kerumunan orang banyak.

“Dalam pengaturan pedagang kami berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperidagin). Tekniknya nanti, para pedagang akan didata agar tidak menyebabkan kerumunan orang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, bahwa pasar takjil di jalan Ahmad Yani, Kota Blitar selalu digelar selama bulan Ramadan disetiap tahunnya. Hanya pada tahun 2020 saja pasar takjil ditiadakan akibat pandemi covid-19.

Peniadaan itu dilakukan untuk mencegah penularan penyebaran covid-19. Dan hal ini karena antusiasme warga masyarakat berburu makanan dan minuman di pasar takjil selalu tinggi hingga menyebabkan terjadinya kerumunan orang. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *