Waow..! Oknum Penyidik BNNP Diduga Tarek Upeti Besar Talas Dan Rombak Berkas, Sebesar Rp. 1,1 M

  • Whatsapp

Medan, Infobanua.co.id – Setelah Oknum BNNP Sumut melakukan Intimidasi, dan Lepas 2 Orang dari 6 Orang Pelaku Narkoba, Oknum BNNP Sumut yaitu Penyidik, Iptu Nova Rismalina, SH., MH., jadi Sorotan Publik.

Salah satunya dari Kuasa Hukum Terdakwa Sunarti, dalam dugaan Tindak Pidana Narkotika di Pengadilan Negeri (PN) Medan, melayangkan Surat ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, Jalan Wiliam Iskandar No. 1 A Medan, terkait Penjelasan dan Klarifikasi dari Penyidik, Iptu Nova Rismalina, SH., MH., berkaitan adanya Rencana Pencabutan Kuasa yang dilakukan Kliennya, yaitu Terdakwa Sunarti, (43), dalam Kasus Perkara Narkotika, sesuai Register Nomor : 118/Pid.Sus/2021/PN.Medan.

Tim Kuasa Hukum, Sunarti mempertanyakan kepada Penyidik, pada saat Kliennya Sunarti sebagai Tersangka, dan saat ini statusnya Terdakwa dalam Proses Persidangan di Pengadilan Negeri Medan, dan ditahan di Rumah Tahanan BNN Provinsi Sumut.

Setelah dilakukan Penangkapan Seorang Tersangka, bernama Sunarti dilakukan pengembangan. Barang yang diambil dari Ismail, berasal dari Nanang Zulkarnaen, Alias Tembong dari Lapas Tanjung Gusta.

“Kemudian di Bon Empat Orang Nara Pidana, salah satunya Nanang Zulkarnaen, Alias Tembong, beserta Rekannya yang bernama Apriadi Saputra, Alias Putra, Azahri, Bambang Surya, Alias Bembeng. Setelah di Bon dari Lapas Tanjung Gusta, lalu ke Empat Napi di bawa ke BNNP Sumut dilakukan pemeriksaan,” terang Sumber yang layak dipercaya.

Setelah diperiksa untuk Rombak Berkas supaya ringan hukumannya, ada Satu Orang Anggota BNNP Sumut maju untuk membantu Berkas Perkara mereka, bernama Ipda Azwir Hidayat yang menawarkan Uang Rp.900 Juta, kepada Penyidik, Iptu Nova Rismalina.

“Kemudian salah satu Anggota BNNP Sumut, Ipda Azwir Hidayat maju untuk menawarkan Uang kepada Penyidik, Iptu Nova, sebesar Rp. 900 Juta, untuk membantu berkas Perkara Napi itu,” jelasnya lagi.

Setelah diintrogasi, ke 4 Tersangka Pemilik Barang tersebut, yakni M. Aris Nasutian. Kemudian dilakukan Pengebonan pada tanggal 01/09/2020, terhadap M. Aris, dan Indra Chiangkasa di LP Tanjung Gusta, tapi Proses Penyidikannya tidak dilanjutkan, dan dikembalikan ke LP Tanjung Gusta pada tanggal 07/09/2020 lalu.

“Di karenakan Penyidik telah kembali menerima Uang dari Tersangka M. Aris, melalui Pegawai Kejatisu, sebesar Rp.200 Juta,” tandasnya.

Info dari Sumber yang diterima, Tim Kuasa Hukum dari Kline nya Sunarti, akan mempertanyakan status Napi M Aris Nasution, dan Indra Chaingkasa, kenapa berkasnya tidak naik.

“Kami juga akan mempertanyakan status Napi M Aris Nasution, dan Indra Chaingkasa, kenapa berkasnya tidak naik, kami mendengar informasi, bahwa Penyidik meminta Uang, sebesar Rp 200 Juta untuk tutup berkas, agar kasusnya tidak berlanjut, yang seharusnya ke Dua Napi itu Bebas Tampung (bestam),” terang Hendrick P. Soambaton, SH., MH., selaku Kuasa Hukum Terdakwa, Sunarti.

Pengacara yang sudah berhasil menangani berbagai macam kasus itu juga akan mempertayakan kepada Kepala BNNP Sumut, Brigjen Polisi Drs. Atrial, SH., terkait perbuatan yang dilakukan Penyidiknya yaitu Iptu Nova Rismalina.

“Apakah semua yang lakukan Penyidik, Iptu Nova di ketahui Kepala BNN P Sumut, makanya tidak di tindak lanjuti,” ucapnya dengan heran.

Sementara, Penyidik BNNP Sumut, Iptu Nova Rismalina ketika dikonfirmasi tidak memberikan jawaban, bahkan WA Wartawan di Blokir Penyidik tersebut.

Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Drs Atrial, SH., ketika dikonfirmasi mengatakan akan segera mengecek ke Bagian Kabid Berantas.

“Saya cek dulu ke Kabid Berantas ya, Karena saya gak tau info yang bapak berikan, terima kasih infonya pak,” ujar Orang Nomor Satu di BNNP Sumut itu.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *