Artati Komisi lV DPRD Sumbar Kujunggi Irigasi Jebol Di Bendungan Batang Bawan

  • Whatsapp

Ampek Nagari (Agam) Infobanua.co.id – Tanggul saluran irigasi di Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam sudah bertahun dengan kondisi jebol. Imbas kerusakan tanggul saluran irigasi tersebut sehingga pasokan air untuk beberapa Jorong – jorong dan khusunya kecamatan Ampek Nagari kekeringgan.

Saluran irigasi bendungan batang bawan merupakan yang mengairi ke lahan sawah dengan luas lahan sawah mencapai ribuan hektar.

Camat Ampek Nagari Roza Safdefianti melalui kasi PMN, Yurmalis mengaku jika kerusakan saluran irigasi di Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, sudah ditinjau oleh Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Agam, BPBD Agam dan Pihak Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat beberapa tahun silam.

“Perbaikan irigasi ini wewenang Bidang Pengairan Provinsi Sumbar. Pada tahun kemarin sudah ditinjau oleh Bidang Pengairan Kabupaten maupun Provinsi, BPBD dan Anggota DPRD Sumbar,” ungkap Yurmalis.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Lutfi juga mengaku sudah menerima dan menyampaikan usulan perbaikan saluran irigasi tersebut ke Pemerintah Provinsi Sumbar.

“Laporan kerusakan irigasi itu sudah kita sampaikan lagi ke Provinsi, dan sudah ditampung oleh mereka,” terang Lutfi saat di komfirmasi Infobanua.co.id

Diberitakan sebelumnya, kronologis irigasi bendungan batang bawan, Nagari Bawan Kecamatan ampek Nagari Kabupaten agam melalui Wali Nagari Bawan Kamirudin, irigasi bendungan batang bawan jebol ulah banjir bandang akhir tahun 2015. Sekitar bulan oktober. Jelasnya.

Lanjut dalam hal dampaknya sekitar 1223 Ha sawah masyarakat mati total dan lahan kolam masyarakat sesuai data perikanan 9,5 Ha juga terancam mati total juga satu buah mesjid raya Nagari Bawan dan 6 mushala butuh aliran air itu juga terancam.

“Sesuai data dari puskesmas saya minta rekap data selama 4 bulan saja mulai november 2017 s/d februari 2018, itu 38 org masyarakat terjangkit DBD, dikarnakan saluran tidak lancar, ketika hujan tiba disanalah nyamuk berkembang, sampai saat ini masih ada yang terdampak”.

Kamirudin berharap aliran irigasi batang bawan ini sangat dibutuhkan masyarakat, soalnya irigasi tersiernya melalui padat penduduk, saya meng-istilahkan DKI-nya Kecamatam Ampek Nagari berada di pasar bawan. Ribuan masyarakat membutuhkan aliran air itu. Harapnya.

Sudah beberapa kali bapak-bapak, ibuk-ibuk baik dari unsur kabupaten agam, maupun provinsi, DPRD kabupaten, DPRD Provinsi, balai V provinsi, Dirjen BPBD Pusat turun k lapangan, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan d perbaiki. Diupayakan kordinasi, jawabanya ini terkait persoalan kewenangan.

Takutnya kita masyarakat tidak tahan degan kelamaan, maka beralih sawah ketanaman kebun sawit. Karna sudah banyak kali masyarakat menyampaikan kepada kami pemerintahan nagari dan kecamatan. Kata Wali Nagari Bawan saat menghadiri kunjunggan kerja Komisi lV DPRD Sumbar ke lokasi irigasi yang ambruk tersebut.

Anggota DPRD Sumbar Hj. Artati, SH. MH Daerah Pemilihan (Dapil) lll Agam – Bukitinggi menggatakan, saat ini petani di Nagari Bawan yang sebelumnya mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi ini dan saat ini terpaksa harus menunda masa tanam padi dan berternak ikan ( Kolam) hingga sampai akan diperbaikinya saluran irigasi tersebut.

“Ratusan hingga ribuan hektare sawah dari Nagari Bawan sampai se Kecamatan Ampek Nagari sekarang tidak bisa mendapatkan pasokan air, karena saluran irigasi bendungan batang bawan jebol. Jadi petani juga tidak bisa nyawah. kata Artati saat melakukan peninjauan kunjunggan kerja kesaluran irigasi jebol di Nagari Bawan, Kamis (8/4).

Menurutnya, saluran irigasi ini diperkirakan sudah rusak sejak 2015 lalu. Dimana, pada salah satu sisi irigasi kondisinya jebol dengan diameter lubang sekitar 5×6 meter.

Anggota DPRD Sumbar Fraksi PAN ini menambahkan, irigasi yang jebol ini sudah lama terbengkalai dan ditumbuhi semak dipingiran irigasi tersebut.

“Nah, kami berharap agar ada langkah-langkah Pemkab maupun Provinsi untuk menggugat itu agar perbaikan irigasi ini segera dilakukan, supaya petani bisa kembali nyawah,” tutup Artati.

**Rusman Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *