BPOM Dampingi Kutim Desain “Desa Pangan Aman” – PIS Dipilih Untuk Program “Pasar Aman”

  • Whatsapp
Suasana kegiatan advokasi terpadu desa pangan aman, pasar aman dari bahan berbahaya dan intervensi jajanan anak sekolah (Wak Hedir Pro Kutim)

SANGATTA– Sebanyak empat desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yakni Desa Sangkima (Sangatta Selatan), Teluk Pandan di (Kecamatan Teluk Pandan), Margo Mulyo dan Desa Mukti Jaya (Rantau Pulung) bakal dipilih sebagai pilot project “Desa Pangan Aman”. Program ini akan berjalan dengan pendampingan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda. Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Besar POM Samarinda Drs Sem Lapik, Apt, M.Sc, diruang Tempudau, Kantor Bupati saat kegiatan advokasi terpadu desa pangan aman, pasar aman dari bahan berbahaya dan intervensi jajanan anak sekolah oleh BPOM Samarinda, Kamis (8/4/2021).

Ternyata bukan itu saja, selain mendesain empat desa menjadi “Desa Pangan Aman”, BPOM juga akan mengintervensi Pasar Induk Sangatta (PIS) sebagai “Pasar Aman”. Yakni pasar yang aman dari bahan berbahaya. Program ini tak lain adalah upaya meniadakan bahan makanan berbahaya dan tak layak konsumsi bagi masyarakat.

Sem Lapik menjelaskan setelah Desa Pangan Aman dan Pasar Aman berjalan, berikutnya akan ditindak lanjuti dengan pelatihan pangan aman, bagi para kader di desa, pasar dan sekolah yang terpilih. Namun, untuk sekolah belum dilaksanakan, karena belum ada pembelajaran tatap muka.

“Setelah selesai melakukan pelatihan bagi kader, kami akan mengadakan bimtek komunitas di desa, pasar dan sekolah yang terpilih,” ucapnya.

BPOM sebagai penyelanggara, menurut Sem Lapik, berharap kader-kader tersebut selanjutnya melakukan bimtek bagi komunitasnya di desa masing-masing serta bagi pasar yang telah dilatih.

“Setelah itu Badan POM Samarinda akan melakukan monitoring dan evaluasi. Tahapannya memang panjang, sehingga diharapkan dukungan semua pihak terkait, agar dapat terlaksana dengan baik dan tahapan bisa diselesaikan 2021,” tutupnya.

Kegiatan ini diikuti 28 peserta terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TP PKK Kutim, Camat, Kepala Desa dan Sekretaris Desa. Dibuka Wakil Bupati H Kasmidi Bulang mewakili Bupati.

Sebelum membuka acara, dihadapan narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani yang menyampaikan materi terkait integrasi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Kasmidi berharap empat desa ini nantinya bakal menjadi percontohan bagi desa lainnya. Agar terbebas dari makanan atau obat-obatan berbahaya atau tak layak konsumsi.

“Seperti makan-makanan yang menggunakan borak serta obat-obatan yang tidak layak dan harus pakai resep dokter,” kata Wabup.

Selanjutnya, setelah intervensi PIS oleh BPOM, diharapkan tidak ada lagi makanan atau ikan maupun daging yang tidak layak konsumsi dipasarkan di pasar tradisional tersebut. Sehingga kedepan bisa menjadi pasar aman dari bahan berbahaya dan pada akhirnya wargapun ikut merasa aman. Ditempat acara, Kasmidi juga mengusulkan kepada OPD terkait, agar melakukan edukasi bagi toko-toko di luar swalayan, agar tak lagi menjual barang kadalaluarsa. (hms15/hms3)

Sumber:  pro.kutaitimurkab.go.id 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *