PT. MHU Nakal Penyerobotan Lahan Warga Belum ada Ganti Rugi

  • Whatsapp

Tenggarong, infobanua.co.id – PT.MHU  Nakal yang selama ini bergerak  dibidang kegiatan  pertambangan batu bara diwilayah desa jembayan kecanan loakulu kabupaten Kukar propinsi  Kaltim ,

PT MHU termasuk perusahaan raksasa  yang memiliki kosensi pertambangan PKP2B   yang sangat viral lokasi batu bara lahan yan paling luas dan ,tapi sayangnya perusahaa bukan membawa kedamaian namun membuat warga setampat jadi resah kerena  lokasi digusur oleh pihak perusaan .

Lahan itu  bisa untuk bertani. malahan digusur sejak 2019 sampai sekarang belum ada pembayaran   dan tananam tumbuh dan pemilik   lahan,

masyarakat jembayan loakulu tetap  menuntut sampai titik darah penghabisan kepada pihak PT MHU ujar tikong

Menurutnya silakan mengambil hasil bumi itu milik negara seperti  batu bara .

tapi diatas bumi masyarakat ada punyai hak dan ada beberapa kerektariat dan peraturan sebelum perusahaan  melakukan aktivitas harus diselesaikan hak hak masyarakat yang harus disekesaikan,seperti hak diatas tanah,tanam tumbuh ,tanah wilayah ,tanah adat. PT MHU mengeruk hasil kekayaan alam batu bara yang ada bumi wilayah dikukar Kaltim yang begitu banyak itu milik negara ,tetapi soal penyelesaian tanam tumbuh dan ganti rugi lahan warga diwilayah hukum desa jembayan kecamatan loakulu PT MHU  belum ada niat untuk penyelesaian pembayaran lahan masyarakat sempat  yang sudah digusur  Sejak 2019  sudah berupaya pendekatan  pihak perusaan PT.MHU, pemerintahan ,mau wakil rakyat .belum ada niat pembayaran

Akhir dari pihak masyarakat yang merasa dirugikan kembali melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Kukar dan masyarakat berlangsung berunjuk rasa menyampaikan aspirasi dikantor DPRD Kukar  dan diterina oleh ketua kumisi 1 DPRD Supriadi SPd MPd, dalam penyampaianya  sedikit menegaskan  agar tidak berlarut  permasalan lahan diminta pihak menejemen PT MHU agar cepat penyelesaian,pembapembayaran lahan masyarakat desa jembayan  kecamatan loakulu yang suda digusur oleh pihak perusaan  ujar ketua komisi 1 Supriadi. din

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *