Tanggul Irigasi Batang Ulu Masang Nagari Ganggo, Belum Tersentuh Perbaikan

  • Whatsapp

Bonjol ( Pasaman) Infobanua.co.id – Tanggul irigasi di kawasan batang ulu masang Kejorongan Biduak Nagari Ganggo Mudiak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman dihantam meludaknya air sungai dan menyusul hujan deras yang turun sekitar tiga tahun yang lewat.

Wali Nagari Ganggo Mudiak Aria Barito,S.H kepada media ini membenarkan jebolnya tanggul irigasi tersebut, akibat dihantam banjir dan besarnya hamtaman air di batang ulu masang, Kamis (8 – 04/21).

Irigasi tersebut, katanya mampu menyuplai air untuk kebutuhan ribuan hektar areal persawahan produktif di beberapa jorong, untuk petani di Kecamatan Bonjol ini.

Kerusakan dari tanggul tersebut, menurut penuturan Aria Barito tidak lepas dari hujan lebat yang turun terus menerus tiga tahun belakangan ini di Kabupaten Pasaman. Ia menyampaikan, pihaknya tidak berwewenang penuh untuk menanggulangi jebolnya irigasi tersebut.

“Itu wewenang dari kantor Balai Wilayah Sungai V (BWS) , Pemkab Pasaman dan Provinsi nantiknya, ” kata Aria ke Media ini.

Lebih jauh, pihaknya telah meneruskan laporan kerusakan saluran irigasi tersebut kepada BPBD Pasaman maupun Provinsi dan pihak BWS V Sumatera Barat. Katanya, irigasi yang jebol itu memang harus diperbaiki segera. Pasalnya, saat ini sedang memasuki musim tanam atau petani sudah mulai turun ke sawah.

Suharjono, Anggota DPRD Sumbar Komisi lV Dapil 4 Pasaman – Pasaman Barat saat melakukan kunjunggan kerja bersama rekan Komisinya Hj. Artati, SH. MH mengatakan, peristiwa jebolnya tanggul saluran irigasi tiga tahun silam hingga sekarang belum terlihat ada sentuhan perbaikan dari pemerintahan setempat.

“Jebolnya tanggul irigasi ini sekitar pada tahun 2018 ada sekitar 6 meter jebolnya, ditambah lamanya tanggapan bencana ini sekitar 10 – 15 meter lagi yang roboh, makannya Dam man penahan Air atau irigasi ini sudah banyak bergeser dan dihanyuti air,” Terang Jono.

Buktinya kata Suharjono, ketinggian tanggul mencapai sekitar 2 meter, sementara pondasinya kecil. Kemudian kedalamannya juga kurang, paling-paling 30 sentimeter seperti pondasi kios.

“la berharap kepada dinas terkait agar secepatnya memperbaiki tanggul jebol tersebut, sehingga puluhan hektare sawah agar dapat aliri air irigasi di jorong-jorong Kecamatan Bonjol ini nantiknya agar lahan sawah kembali bisa ditanami padi,” harap Anggota DPRD Sumbar Suharjono mewakili aspirasi masyarakatnya.

*Rusman Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *