Digitalisasi Pembayaran Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan

  • Whatsapp

Banjarmasin, infobanua.co.id – Pandemi Covid-19 berdampak ke berbagai sektor kehidupan terlebih aktivitas di sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat menurun hingga 74,84% sepanjang tahun 2020.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Kalsel, Amanlison Sembiring, Jumat ( 9/4/2021), dalam acara “Peresmian Digitalisasi Pembayaran pada Pedagang di Wisata Pasar Terapung Lok Baintan”, yang dirangkai dengan Webinar Wisata Sungai di Provinsi Kalimantan Selatan.

 

“Kita tetap optimis, bahwa ekonomi akan berangsur membaik, sejalan dengan kebijakan dan program pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19 dan akselerasi perluasan digitalisasi sebagai enabler terwujudnya ekosistem ekonomi keuangan digital terutama di era Adaptasi Kebiasaan Baru,” tegasnya.

 

Menurut Amanlison, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,3-5,3% di tahun 2021. Tentu untuk mencapai hal tersebut, perlu sinergi dan kolaborasi yang baik dari seluruh pihak baik otoritas, kementerian/lembaga terkait, pemerintah, sektor keuangan dan pelaku usaha, bersatu padu dan berinovasi dalam menjawab tantangan dalam pencapaian perbaikan perekonomian.

 

Dikatakanya, Bank Indonesia bekerjasama dengan BTN dan LinkAja, bersama Dinas Pariwisata Provinsi, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, serta instansi terkait lainnya, berupaya mendorong perluasan inklusi keuangan dan akseptasi pembayaran digital masyarakat dalam hal ini termasuk sektor pariwisata melalui pemanfaatan pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Semoga kegiatan ini  memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata dan UMKM di Kalimantan Selatan.

 

“Melalui pemanfaatan kanal digital, diharapkan dapat membantu masyarakat termasuk acil-acil jukung. Bagi yang belum familiar, Acil Jukung di Kalimantan Selatan artinya ibu-ibu pedagang dalam kesehariannya menjajakan dagangannya di atas jukung atau kapal kecil dan sudah menjadi suatu ikon wisata, khususnya di daerah wisata Lok Baintan dan Kota Banjarmasin,” jelasnya.

 

Amanlison mengatakan, digitalisasi pembayaran dapat memberikan kemudahan bertransaksi sekaligus mendukung protokol kesehatan, hal ini sesuai dengan manfaat QRIS yang mendukung pembayaran contactless dan dapat menghubungkan seluruh platform pembayaran yang menggunakan teknologi QR.

 

“Kolaborasi dan sinergi kita pagi ini juga sebagai salah satu langkah untuk mencapai tujuan tercapainya 12 juta merchant QRIS pada tahun 2021 dan mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (G-BBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (G-BWI) serta lanjutan dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI),” ungkapnya.

 

Tampak hadir dalam acara Deputi Gubernur BI, Ibu Rosmaya Hadi, Pj. Gubernur Provinsi Kalsel  Dr. Safrizal Z.A. MSi, Kepala Departemen Regional BI Dwi Pranoto, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional IX Kalimantan Riza Aulia Ibrahim, Frans Teguh – Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf, Ir. Doyo Pudjadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ikhwansyah, M.Kes, Asisten Perekonomian & Pembangunan, Pimpinan Wilayah V BTN  Teguh Wahyudi serta Pimpinan BTN di Banjarmasin Cahya Pribadi Putra. Pimpinan Wilayah LinkAja Irfan Chair serta Areahead Kalselteng M.Aulia Rahman.

 

Ida/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *