Petugas Gabungan Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Razia Rumah Kost

  • Whatsapp
Sebelas pasangan hasil razia digiring ke Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Blitar, Infobanua.co.id –  Pasca Polisi Blitar Kota mengungkap kasus prostitusi online dengan korban enam pelajar. Memicu Camat Sananwetan, untuk menertibkan tempat kost yang tersebar diwilayahnya.

Dengan melibatkan Polri, TNI dan Perangkat Kecamatan, mengadakan razia di rumah kost Kelurahan Sananwetan dan Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jum’at 09 April 2021.

Sebanyak 11 pasangan mesum berhasil diamankan petugas gabungan dari beberapa rumah kost tersebut.

Camat Sananwetan, Heru Eko Pramono, mengatakan bahwa, razia melibatkan Polri, TNI dan Perangkat Kecamatan. Kali ini ada dua sasaran razia, yakni rumah kost di Kelurahan Sananwetan dan Kelurahan Bendogerit.

“Dari Kelurahan Sananwetan kami berhasil bawa ke Kantor Kecamatan 15 orang dan dari Kelurahan Bendogerit ada 07 orang,” kata Camat Sananwetan, Heru Eko Pramono, Sabtu 10-04-2021.

Menurut Heru, bahwa mereka pasangan yang ditemukan sedang berada dalam satu kamar, tapi tidak bisa menunjukkan dokumen pernikahan yang sah, justru ada satu kamar dihuni oleh dua perempuan dan satu pria.

“Mereka kami amankan dan juga langsung diambil test rapid antibodi,” jlentrehnya.

Lebih dalam Heru menerangkan bahwa, hasilnya, ada dua orang yang reaktif. Satu dari Kelurahan Sananwetan merupakan warga asli, dan satu dari Kelurahan Bendogerit merupakan pendatang dari Jawa Barat.

Mereka yang hasil rapid antibodinya reaktif, langsung dibawa ke Puskesmas Sananwetan untuk menjalani test PCR.

“Kami sangat sayangkan, di antara yang kami bawa ke Kecamatan ini ada sepasang yang masih di bawah umur. Usianya baru 14 tahun, warga Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Kami temukan banyak penyalahgunaan rumah kost untuk kegiatan yang tidak benar saat kami razia,” paparnya.

Selanjutnya Heru menjelaskan bahwa, dari 11 pasangan atau 22 orang yang dibawa ke Kecamatan selanjutnya didata.

Petugas Kecamatan Sananwetan kemudian berkoordinasi dengan Pamong Desa tempat mereka tinggal, sesuai yang tercantum di Kartu Identitasnya. Mereka juga membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Karena bukan kewenangan kami untuk memberi sanksi. Sehingga kami laporkan ke satpol PP, yang berwenang untuk menindak lanjuti,” terang Heru.

Selanjutnya Heru menjelaskan, jika penyalahgunaan rumah kost akan disampaikan kepada Satpol PP. Karena pihaknya hanya terbatas pada fungsi pengawasan.

Sementara ditempat terpisah Plt Kasatpol PP Kota Blitar, Hadi Maskun, mengatakan bahwa, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Camat Sananwetan dan jajarannya. Karena mereka juga mempunyai fungsi pengawasan.

“Kami sangat apresiasi razia yang dilakukan oleh Camat Sananwetan, kami menunggu hasil laporan dan koordinasinya, jika memang ada pelanggaran maka kami akan sanksi pemilik rumah kost sekaligus penghuninya,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *