Dampak Gempa 18 Bangunan di Kota Blitar Rusak

  • Whatsapp
Salah satu rumah warga rusak di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, dampak gempa, Minggu 11-04-2021.

Blitar, Infobanua.co.id – Akibat imbas goncangan Gempa Bumi di Barat Daya Kabupaten Malang dengan kekuatan, magnitudo 6,7 SR, pada pukul 14.00 WIB, Sabtu 10 April 2021 kemarin.

Di Kota Blitar sementara ada sebanyak 18 unit kerusakan bangunan akibat gempa bumi tersebut.

Sejumlah kerusakan bangunan itu terdiri atas rumah sakit, rumah warga, sekolah, tempat ibadah, dan gedung perkantoran.

“Untuk data sementara dan masih kami update terus,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Supriyadi, Minggu 11-04-2021.

Menurut Supriyadi, bahwa terdapat 18 bangunan rusak, yakni, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo, delapan rumah warga, lima buah sekolah, dua tempat ibadah, dan dua buah perkantoran.

“Lima bangunan sekolah rusak tersebut berada di MI Hidayatullah, TK Idhata, SDN Pakunden 2, Pusat Layanan Autis, dan Taman Baca Manca,” jlentrehnya.

Lebih dalam Supriyadi menerangkan, sedangkan tiga bangunan tempat ibadah rusak berada di Gereja St Yusuf, Masjid Jami’ Baitul Halim, dan Masjid Baitul Nur.

Untuk gedung kantor yang rusak terdapat di Kantor Inspektorat dan Kantor Depo Arsip, jalan Imam Bonjol, dan jalan Veteran, Kota Blitar.

“Sejumlah bangunan rata-rata mengalami kerusakan di bagian atap,” ungkapnya.

Selanjutnya Supriyadi menjelaskan bahwa, Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, sudah melakukan penanganan dengan memberi terpal pada atap bangunan yang rontok akibat gempa bumi tersebut.

“Ada juga beberapa bangunan yang dindingnya retak dan roboh sebagian,” paparnya.

Akhirnya Supriyadi mengatakan juga ada satu orang korban luka, yaitu laki-laki asal Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, yang kakinya tertimpa reruntuhan bangunan dinding saat terjadi gempa.

“Ada satu orang korban luka, yaitu laki-laki asal Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, yang kakinya tertimpa reruntuhan bangunan dinding saat terjadi gempa,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *