BPBD Blitar Catat Kerugian Materi Rusak Akibat Gempa Bumi.

Ruang paripurna DPRD Kab.Blitar, porak poranda akibat gempa, Sabtu 10 April 2021 pukul 14.00 WIB.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, menyebutkan jika kerugian materi dampak dari goncangan Gempa Bumi di Barat Daya Kabupaten Malang dengan kekuatan, magnitudo 6,7 SR, pada pukul 14.00 WIB, Sabtu 10 April 2021 kemarin.

Terdapat ratusan bangunan rusak akibat gempa tersebut dengan kerugian materi mencapai Rp.01 Miliar lebih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, mengatakan bahwa, hasil pendataan sampai saat ini tercatat 400 lebih bangunan baik rumah maupun fasilitas umum yang rusak akibat Gempa Bumi di Barat Daya Kabupaten Malang dengan kekuatan, magnitudo 6,7 SR, pada pukul 14.00 WIB, Sabtu 10 April 2021 kemarin.

“Dari 400 lebih bangunan rusak, di estimasikan kerugian materi mencapai lebih dari satu Miliyar rupiah. Kerugian cukup besar karena bangunan yang rusak dengan kategori sedang dan berat cukup banyak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, kepada awak media, Senin 12-04-2021.

Menurut Cholik, bahwa sesuai data rumah rusak ringan mencapai 252 buah rumah, rusak sedang 90 buah bangunan, dan rumah rusak berat 16 buah.

Sedangkan fasilitas umum rusak ringan terdapat 38 buah, fasilitas umum rusak sedang 08 buah dan fasilitas umum rusak berat tercatat satu buah bangunan.

“Beberapa bangunan yang mengalami kerusakan kategori sedang dan berat, diantaranya kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kantor Camat Binangun dan beberapa fasilitas umum lain seperti Gereja, dan pendataan sampai saat ini masih terus dilakukan petugas sehingga data akan terus berubah,” jlentrehnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo, mengatakan bahwa, sementara jumlah kerugian di Kota Blitar, terdapat 33 titik kerusakan bangunan, ditaksir mencapai Rp.235 juta.

“Kerusakan bangunan paling banyak ada di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan dan di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul,” kata Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar Hakim Sisworo.

Menurut Hakim, berdasarkan hasil pendataan ada 33 buah bangunan rusak yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Blitar akibat terdampak gempa Sabtu kemarin.

“Dari 33 buah bangunan itu diantaranya 20 rumah warga, 03 fasilitas kesehatan, 05 buah sekolah, 03 buah tempat ibadah dan 02 buah gedung perkantoran,” jlentrehnya.

Lebih dalam Hakim menjelaskan bahwa, estimasi nilai kerugian materiil mencapai Rp.235 juta. Dari 33 buah bangunan, mayoritas mengalami kerusakan ringan seperti genteng rontok.

Pemerintah Kota (Penkot) Blitar akan memberikan bantuan perbaikan bangunan yang rusak tersebut. Untuk rumah warga yang rusak akan dibantu biaya perbaikan menggunakan anggaran di Dinas Perumahan Rakyat, sedangkan untuk bangunan fasilitas umum menggunakan anggaran belanja tak terduga.

“Dan sementara untuk korban luka, terdata ada dua orang warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Dan saat ini kedua orang itu telah mendapat penanganan petugas medis,”.pungkasnya. (Eko.B).