Kalsel Merupakan Daerah Pertama Dalam Program Menanam Pohon Sebagai Bentuk Pemulihan Lahan Dan Penghijauan

  • Whatsapp

BANJARBARU, infobanua.co.id – Sebagai bentuk tindak lanjut RHL (rehabilitasi lingkungan dan lahan) Pemprov Kalsel melalui Dinas Kehutanan menananam satu juta bibit pohon.

Penanaman bibit pohon ini sendiri digelar di RTH Embung Lok Udat, Handil Gotong Royong, Kecamatan Landasan Ulin Utara dengan mengundang sejumlah SKPD terkait.

Gerakan menanam sejuta pohon ini sendiri merupakan tantangan yang diberikan PJ Gubernur Kalsel kepada plt. Kadishut Kalsel, Fatimatuzzahrah .

“Dan itu merupakan tantangan yang sudah diberikan PJ Gubernur dan InsyaAllah akan kita laksanakan lebih satu juta pohon,”ucap Fatimatuzzahra, Rabu (14/4).

Tidak hanya itu, dalam penanaman pohon yang dialokasikan 2.500 Ha ada 3000 bibit pohon yang diperlukan.

“Kegiatan kali ini berkaitan dengan kick of RHL APBN karena di Kalsel pada tahun ini dialokasikan sebanyak 2.500 Ha dan itu memerlukan bibit lebih dari 3 juta pohon,”tutur plt Kadishut Kalsel ini.

Sebagai informasi penanaman pohon hari ini sebanyak 1.470.000 batang se – Kalimantan Selatan, sedangkan untuk lokasi yang ditatanam PJ Gubernur Kalsel Ini ada 570.000 batang pohon yang ditanam terdiri dari gemor, belangeran dan ramin.

Pemilihan ketiga jenis bibit pohon sendiri karena persis dengan karakteristiknya sebagai tanaman rawa.

“Ketiga bibit pohon memang tanaman rawa karena disini habitatnya adalah rawa maka disini pohon – pohon yang ditanam adalah tanaman rawa yang tahan terhadap rendaman air,”jelas Fatimatuzzahra.

Kegiatan penanaman pohon kali ini juga merupakan salah satu kegiatan untuk menggerakkan semua komponen baik dari unsur pemerintah, swasta, penggiat lingkungan, LSM, sekolah dan TNI agar ikut menanam pohon yang merupakan bagian dari revolusi hijau Kalsel.

Disisi lain PJ Gubernur Kalsel, Dr. Safrizal ZA, berpesan agar setelah penanaman pohon kali ini bukan hanya sekedar acara penanaman semata namun juga perlu kegiatan monitoring agar program 1 juta pohon berhasil.

“Kita pastikan untuk mengontrol setelah menanam, Instansi pemerintah nantinya juga akan memonitor. Jika ada tanaman atau pohon yang mati akan kita ganti dengan yang baru,”jelasnya.

Menurut Safrizal, jika sebanyak 25% pohon mengalami pertumbuhan maka program tanam satu juta pohon ini dinilai berhasil namun jika tidak dilakukan monitoring bisa saja program ini gagal.

“Jika sebanyak 25% pohon itu membesar itu kita katakan sukses dan jika gagal kami akan monitot dan saya sendiri akan buat gerakan monitoring tanaman,”ungkap Safrizal.

Selain Safrizal, juga berhadir Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutang Lindung KLHK RI, Helmie Basalamah mengatakan Kalsel merupakan daerah pertama dalam program menanam pohon dan pulihkan lahan dan penghijauan lingkungan.

“Kalsel merupakan daerah pertama dalam program menanam pohon sebagai bentuk pemulihan lahan dan penghijauan,”pungkasnya.

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *