Polresta dan Pemkot Blitar, Antisipasi Pemudik Yang Curi Start

  • Whatsapp
Sebuah travel terjaring razia saat kedapatan mengangkut pemudik pada tahun 2019 yang lalu.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, bersama Kepolisian Resort (Polres) Blitar Kota, telah mengansisipasi kemungkinan datangnya pemudik yang mencuri start.

Diantaranya dengan mengaktifkan posko yang dibentuk pada saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro yang lalu.

Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan bahwa, untuk mengantisipasi segala kemungkinan, diantaranya adanya pemudik yang mencuri start, maka pihaknya meminta agar posko-posko yang telah terbentuk selama PPKM berbasis Mikro untuk melakukan pemantauan terhadap pendatang di wilayahnya masing-masing.

“Jadi prinsipnya supaya mengikuti aturan yang dibuat dan dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Untuk mengantisipasi pemudik yang curi start, kami minta posko di tingkat RW selalu memonitor tamu yang hadir di wilayahnya,” kata Walikota Blutar, Santoso, Rabu 14-04-2021.

Menurut Santoso, bahwa selain mendata dan memantau pendatang. Posko PPKM Mikro di Kota Blitar, juga diminta untuk melakukan observasi kepada setiap pemudik yang memasuki wilayahnya.

Testing, tracing dan treatment harus selalu dilakukan jika ada indikasi pemudik terpapar covid-19.

Pihaknya meminta agar pihak posko untuk aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan stakeholder dan Satgas Penanganan covid-19 Kota Blitar.

“Ini sangat penting, agar bila ada pemudik yang terpapar covid-19 bisa cepat diketahui dan tertangani oleh petugas kesehatan,” jlentrehnya.

Sementara ditempat terpisah, Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setyawan, mengatakan bahwa, untuk mengantisipasi pemudik, di wilayah Jawa Timur sendiri hanya ada tujuh titik penyekatan.

Diantaranya Perbatasan gerbang Tol Ngawi – Solo, Perbatasan Ngawi Mantingan – Sragen, Perbatasan Tuban – Rembang, Perbatasan Bojonegoro – Cepu, Perbatasan Magetan – Karanganyar, Perbatasan Pacitan Donorejo – Wonogiri dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi – Gilimanuk Bali.

Sementara untuk Kota Blitar dan sebagian Kabupaten Blitar yang menjadi wilayah hukum Polres Blitar Kota, pihaknya masih melihat perkembangan situasi.

“Untuk Kota Blitar kami masih melihat situasi untuk melakukan penyekatan,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setyawan.

Menurut Yudhi, bahwa pihaknya akan mempetakan apakah wilayah hukumnya menjadi salah satu tujuan pemudik atau tidak, tapi pihaknya akan terus mengawasi jalur-jalur tikus.

“Kami antisipasi jika memang ada yang curi start. Kalau ada yang mudik maka akan kami minta mereka putar balik ataupun nanti kami berkoordinasi dengan Satgas covid-19 untuk dilakukan karantina terlebih dahulu,” pungkas. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *