Bank BRI Resmi Akan Menutup Seluruh Operasional Perbankan, Dan Pamit Dari Provinsi Banda Aceh

  • Whatsapp

Medan, Infobanua.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., akan menutup Seluruh Operasional Perbankan di Aceh sebagai tindak lanjut penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah, Nomor 11, Tahun 2018.

“Alhamdulillah Bank BRI telah mengalihkan seluruh portofolio, dan layanan perbankan kepada Bank BRIsyariah (kini PT Bank Syariah Indonesia Tbk),” ujar Pemimpin Wilayah Bank BRI Provinsi Aceh, Wawan Ruswanto di Banda Aceh, seperti dikutip dari Kantor Berita Indonesia, Antara.

Wawan menuturkan bahwa BRI telah menerima Izin Prinsip Penutupan 11 Kantor Cabang, dan Kantor Wilayah, tetapi masih menunggu Izin Pelaksanaan Penutupan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta.

“Setelah mendapatkan Izin Pelaksanaan Penutupan, BRI diberikan waktu 30 hari kerja untuk melaksanakan penutupan operasional kantor,” sebutnya.

Hingga saat ini Corporate Secretary Bank BRI, Aestika Oryza Gunarto belum memberikan keterangan resmi terkait dengan informasi ini ketika dihubungi Kru Media Perwakilan Sumut Infobanua.co.id. Demikian pula dengan Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari.

Sebelumnya, Manajemen BRI, dan Anak Usaha PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) yang kini menjadi Bank Syariah Indonesia, menyatakan akan mengakselerasi implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Provinsi Aceh dengan menetapkan target, bahwa Konversi Tuntas di Tahun 2020.

BRISyariah memang sudah Merger dengan Dua Bank Syariah BUMN lainnya, yakni PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri, sehingga berdiri dengan nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Manajemen BRI menyatakan, Tahun 2020 memang merupakan Fase Implementasi dengan program yang akan dilakukan, diantaranya Konversi Program Pemerintah, seperti KUR, Bantuan Sosial Non Tunai, Rumah Kreatif BUMN, Konversi Pinjaman dengan Kolektibilitas tertentu, Audiensi dengan Pemerintah, Otoritas, Regulator, Pengalihan Aset Tetap, dan Perangkat Elektronik (ATM, CRM, EDC).

Strategi utama BRI dan BRIsyariah dalam Implementasi Qanun LKS adalah menerapkan Sinergi Perbankan dalam bentuk LSBU, dan Colocation di Seluruh Unit Kerja BRI.

LSBU atau Layanan Syariah Bank Umum adalah Layanan Syariah yang dilakukan oleh Pekerja, dan di Unit Kerja Konvensional, sesuai Izin OJK.

Sementara Colocation adalah BRIsyariah mendirikan Unit Kerja di lokasi Existing Kantor BRI, dengan sekat, dan tanda yang jelas dapat membedakan antara Layanan Syariah dari Layanan Konvensional.

Saat ini di Provinsi Aceh terdapat 6 Kantor Cabang Pembantu BRI yang telah mendapat Izin Regulator, dan beroperasi secara Syariah Penuh, serta 11 Kantor Cabang BRI, 6 Kantor Cabang Pembantu, dan 141 BRI Unit yang sedang menunggu Izin regulatore, baik Colocation, dan LSBU.

Sementara Seluruh Pekerja yang berjumlah 2.745 Orang telah mendapatkan pelatihan tentang Perbankan Syariah, Produk, dan Layanan, serta Operasional BRISyariah.

Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018, tentang Lembaga Keuangan Syariah adalah qanun yang baru diundangkan di Aceh yang mengharuskan semua lembaga keuangan di sana harus menggunakan sistem syariah sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *