Kejari dan Polresta Depok Panggil Beberapa Pegawai Damkar Terkait Dugaan Korupsi

  • Whatsapp

Depok, Infobanua.co.id – Babak baru nampak nya terus di lakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polresta Metro Depok, pasal nya kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, menjadi berkepanjangan. Bahkan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok telah melayangkan surat panggilan terhadap sejumlah pegawai terkait dugaan korupsi di DPKP tersebut.

“Benar, hari ini kami menindak lanjuti laporan masyarakat terhadap kasus dugaan korupsi di Dinas Damkar. Artinya, Kejaksaan Negeri Depok telah melakukan pemanggilan secara resmi terhadap lima orang,” ujar Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu, Kamis (15/4/2021).

Menurutnya, kendati demikian hingga pukul 13:00 WIB, yang hadir memenuhi panggilan tersebut hanya dua orang. Jadi, dua orang itu saat memberikan identitasnya, yang pertama yakni mantan Sekretaris Dinas Damkar Kota Depok, dan satu lagi bendahara periode 2018, sesuai dengan data pelaporan.

“Untuk selanjutnya, ketiga orang lainnya, belum ada keterangan. Bahkan, yang tidak hadir hingga saat ini belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan, namun kita bisa melakukan pemanggilan ulang di hari Senin atau Selasa mendatang,” jelas Herlangga.

Herlangga menegaskan, bahwa ketiga orang yang belum datang guna memenuhi panggilan berstatus sebagai pegawai honorer. Kemudian, melihat hasil dari perkembangan Kepala Dinas Damkar diperlukan untuk memberikan terangannya.

“Jadi, seperti saya katakan, bahwa untuk kepala dinas belum ada, karena memang belum menyentuh kesana. Ini kan merangkai keterangan dari yang sudah kita panggil, jadi tidak serta merta kita langsung panggil kepala dinas. Kalau memang keterangannya nanti diperlukan pasti kita panggil,” tandasnya.

Semetara ditempat terpisah, Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) I Made Bayu Sutha mengungkapkan, bahwa pihaknya tengah memeriksa tiga pegawai Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terkait dugaan kasus korupsi.

“Benar, memang ada tiga pegawai Damkar yang kita mintai klarifikasi keterangan terkait berita yang viral di media itu,” ujar Bayu.

Bayu juga menyebutkan, bahwa pihaknya belum bisa berkomentar banyak. “Jadi, lebih lanjut masih kita dalami lagi setelah ada pendalaman dari kami, nanti kita sampaikan lagi,” tuturnya.

Dia menjelaskan, bahwa pemanggilan klarifikasi ini terkait dengan dugaan pemotongan insentif pegawai dan dana penanggulangan COVID-19.

“Jadi untuk selanjutnya, informasi dari keterangan itu akan dikoordinasikan ke Kejaksaan Negeri Depok. Karena kejaksaan juga sedang menangani hal yang sama. Untuk itu, kami akan saling berkoordinasi,” jelas Bayu.

Bayu menambahkan, bahwa hingga saat ini pihaknya belum memanggil Kepala Dinas Damkar. Kita dari bawah dulu, setelah itu kalau memang harus ke Kabid (Kepala Bidang) ya memang kita akan klarifikasi juga.

“Jadi, saat ini masih dalam tahap mendengarkan keterangan sesuai informasi yang viral di media. Maka kita klarifikasi, selanjutnya kita sampaikan lagi perkembangannya ke teman-teman media,” pungkasnya

Seperti di ketahui sebelum nya, Personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok membongkar adanya dugaan korupsi ditempatnya bekerja sambil membawa nama Jokowi minta keadilan.

Sebelumnya, personelnya bernama Sandi Butar Butar, buka suara terkait pengadaan barang ditempatnya bekerja. Nyanyian Sandi sudah menyebar, aksinya viral lantaran dia membentangkan kertas besar dengan tulisan : meminta Presiden Joko Widodo serta Kemendagri Tito Karnavian agar melakukan inspeksi.

“Saya sudah geram sejak 2016, ini menjadi awal mula saya berani bicara vokal apa yang terjadi di Dinas Damkar,” tegas Sandi, (Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *