Ngeri, 26 orang warga Kabupaten Sintang Meninggal Akibat Covid-19

  • Whatsapp

Sintang, infobanua.co.id – Camat Sintang Siti Musrikah yang merupakan ketua satgas penanganan covid-19 di kecamatan sintang geram sebab masih ada warga yang tidak percaya dengan adanya virus corona, padahal saat ini virus tersebut sudah menelan korban jiwa sebanyak 26 orang masyarakat sintang.

“Covid itu nyata ada di Sintang” banyak yang bilang corona itu tidak ada Kalau belum percaya, ikut saya ke pemakaman berikutnya, tinggal pilih, mau jam 12 malam, biasa itu,” ungkap Siti Musrikah saat memberikan arahan pada puluhan pengunjung warung kopi di jalan Lintas Melawi, pasca ditemukan satu orang pengunjung positig corona berdasarkan rapid test antigen.

Sebagai ketua satgas kecamatan, Siti hampir tak pernah absen menyaksikan pemakaman jenazah pasien covid-19. Siti harus memastikan warganya yang menjadi korban keganasan virus corona itu memperoleh pemakaman yang layak, tapi tetap dengan protokol covid.

Saking seringnya memakamkan jenazah pasien covid-19, kesan kuburan menakutkan sudah hilang dibenaknya.

“Kuburan tidak menakutkan lagi. Jam 2 malam, sudah pernah, karena sudah 26 orang yang meninggal, subuh kemarin ada juga. Saya mencari voluntir, siapa yang bersedia menggali kubur. Karena 26 orang yang meninggal, 22 orang warga kecamatan sintang,” ungkap pada jumat 16/04/2021.

Menurut Siti, meningkatkan kasus konfirmasi di Sintang, karena tingkat mobilisasi warga dengan jumlah paling tinggi. Siti membantah peningkatan kasus corona karena satgas tidak bekerja.
Terkesan kami tidak kerja, padahal sudah cukup kami berbuih-buih kata orang sitnang, tapi itulah hasilnya masih banayk orang yang tidak percaya ada covid,” tegasnya.

Siti menilai, situasi pandemi covid-19 di Sintang sudah krisis. Oleh sebab itu, Satgas menempuh tindakan tegas.”Mohon maaf jika kami harus berteriak karena dengan persuasif yang baik tidak didengar. Apa boleh buat. Kaeena ini sudah krisis. Satu hari kami pernah memakaman 3 orang. Jangan terulang kembali. Mudah mudahan subuh kemaren yang terkahir Jenazah yang kami makamkan. Intinya kami ingin semua warga sintang ini baik dan sehat dan covid segera pergi. Paling tidak harus segera turun,” harapnya. ( ysi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *