Oknum Propam Polres Sergai Diduga Menikah Diam-diam Menggunakan Akte Cerai Palsu

oleh -2 views

Medan, Infobanua.co.id. – Kasus Seorang Oknum Propam dari Polres Serdang Bedagai (Sergai), Bripka Andi H yang dilaporkan Istrinya, bernama Serlina Zebua, (32), karena menikah diam-diam, akhirnya terkuak. Usai diselidiki ternyata Akte Cerai yang digunakan Bripka Andi H ini palsu.

Demikian diungkapkan Martin Surianto, SH., MH., selaku Kuasa Hukum dari Serlina Zebua pada Proses Pemeriksaan, dan Konfrontir, terhadap Bripka Andi H oleh Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, pasca Laporan Pengaduan Serlina Zebua, pada tanggal 04 Desember 2020 lalu, dengan Nomor Laporan : STTLP/2340/XII/2030/SPKT III.

Martin dari LBH Ya,ahowu ini menjelaskan, bahwa dirinya sejak menerima kuasa dari Pelapor, Serlina Zebua langsung berkoordinasi ke Polres Sergai dengan menemui Kabag Sumda, dan mendapat keterangan dari Bripka Andi H kalau dirinya telah resmi bercerai dengan Istrinya, Serlina Zebua.

Berdasarkan pernyataan Bripka Andi H, Martin Surianto bersama Kliennya, melakukan penyelidikan, dengan mendatangi Pengadilan Agama (PA) Gunung Sitoli di Pulau Nias.

Hasil Penyelidikan tersebut, diperoleh informasi dalam Surat Keterangan, Nomor : W2-A15/714/HK.05/XII/2020 yang ditandatangani Panitera, Jamaluddin, S.Ag., bahwa PA Gunung Sitoli tidak pernah mengeluarkan Akta Cerai atas nama Bripka Andi H dan Serlina Zebua.

“Malah Akta Cerai No.7/AC/2018/PA.Gst dengan Nomor Register 7/Pdt.G/2018/PA.Gst diputus Tanggal 03 April 2018 yang dibawa Bripka Andi H ternyata Akta Cerai Milik Orang Lain, atas nama Muslimah Hulu Binti Fagiosi Hulu dengan Karisman Mendrofa Bin Salimuddin Mendrofa. Dengan demikian jelas bahwa Terlapor Bripka Andi H telah melakukan pemalsuan Akte Cerai,” jelas Martin.

Kemudian saat dipertanyakan mengenai hasil Konfrontir di Ruang Penyidik Renakta yang langsung mendatangkan Terlapor Bripka Andi H itu, tidak ada titik temu dalam Konfrontir tersebut.

“Tidak ada titik temu dalam konfrontir tadi, malah Terlapor (Bripka Andi H) mengarang, dan berdalih bahwa Terlapor selalu menafkahi Anak dan Istrinya setiap hari Jumat,” ungkap Martin

Martin juga sangat menyayangkan tindakan Penyidik yang terkesan membela Terlapor, namun menekan Pelapor. Bahkan sampai terucap bahasa dari Penyidik yang mengatakan kalau Akta Cerai itu palsu maka pernikahan itu tentu batal, dan tindakan Pemalsuan itu masuk dalam rana Perdata.

“Padahal kita tahu Pemalsuan itu kan Pidana, jadi omongan Penyidik ini sudah di luar jalur. Kita semakin meragukan Proses Penyidikan yang dilakukan Penyidik ini, maka besok kami akan melaporkan Bripka Andi H, Penyidik Renakta, beserta Oknum yang mengeluarkan Akta Cerai palsu tersebut ke Bidang Propam Polda Sumut,” ujar Martin.

Terpisah, Bripka Andi H saat dikonfirmasi terkait Akta Cerai itu tidak menepis, kalau dirinya sudah bercerai. Saat ditanya mengenai Akta Cerai yang ia ajukan untuk menikah lagi itu adalah palsu, Bripka Andi H mengaku tidak tau menau karena bukan ahlinya soal itu.

“Jadi kalau menikah itu saya berdasarkan Akta Cerai itu, dan juga ada ijin dari Pimpinan, makanya bisa menikah lagi,” jawab Bripka Andi H via telepon.

Berselang beberapa waktu, kemudian Risa, Janda Anak Satu yang diketahui Istri yang diduga telah dinikahi Bripka Andi H dengan Akta Cerai Palsu tersebut, tadi menghubungi Wartawan yang meliput akan Kasus Perkara Bripka Andi H. Bahkan Risa sampai mengancam keberadaan Wartawan, dengan alasan merasa nama baiknya tercemar.

“Anda sudah siap kan, anda tau berurusan dengan siapa kan? Anda berhadapan dengan Aparat Negara loh, siap-siap lah anda ya tunggu saja,” kata Risa, Wanita yang diketahui Janda Anak Satu, Mantan Guru Agama di Sekolah Dasar ini, tanpa menyebut sudah siap dalam hal apa maksudnya tadi.

Terpisah, Korban, Serlina Zebua mengaku sejak berpisah dari Bripka Andi H, tidak pernah memberi nafkah terhadapnya dan juga anaknya sama sekali.

“Saya datang ke Polres ini hanya mencari keadilan, dan berharap proses hukum ini berlaku adil, agar saya dan anak-anak saya, mendapatkan keadilan,” ujar Serlina Zebua.

Diketahui, pertengkaran antara pasangan suami istri ini terjadi pada tahun 2017 lalu. Sejak peristiwa itu mereka berpisah, namun belum ada pernyataan sah cerai. Pihak Keluarga Kedua Belah Pihak pun tidak mengetahui akan terjadinya perceraian terhadap mereka.

Pada Tahun 2020 lalu, Bripka Andi H dari Pulau Nias, pindah tugas dari Polres Gunung Sitoli ke Polres Sergai. Pada Bulan November 2020 lalu, Serlina Zebua melihat di Akun Facebook Suaminya, bahwa Suaminya Bripka Andi H ada bersama Wanita Lain dengan menggunakan Pakaian Seragam Bhayangkari.

Sampai berita ini dipublikasikan, Korban Serlina Zebua, bersama Kuasa Hukumnya, Martin akan menindak lanjuti kasus tersebut pada Bidang Propam Polda Sumut.

(William/Red)