Kapolres Agam : Kalo Ada Saksi Melihat Agar Bisa Memberikan Kesaksian, Teror Bom Molotov Tersebut

  • Whatsapp

Agam ( Sumbar ) Infobanua.co.id – Terkait persoalan “Teror Bom Molotov” dan lanjuti kasus bakar rumah yang dilakukan orang tidak di kenal, di dua lokasi berbeda di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu, 30 Maret 2021 yang lalu yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab itu telah di laporkan pada pihak Polres Agam dengan Laporan Nomor : STTL/75.a/IV/2021/Spkt – Res Agam.

Karna kejadian itu sejumlah pihak mengecam keras aksi “teror” bom molotov yang terjadi di dua tempat terpisah di Kabupaten Agam. Aksi bakar rumah tersebut dialami Aprianto, Spd.MM. Datuak Tan Majolelo di jorong sago Kenagarian Manggopoh dan satu unit Mobil Kijang LGX milik Ir.H.Khaidir, Datuak Palimo dirajo, di Simpang lV jorong Surabayo Lubukbasung Kabupaten Agam, sumatera barat. kedua korban tersebut adalah ninik mamak Nagari Bawan.

Dengan viralnya pemberitaan dari media, Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan, S.IK M.H menanggapi, kita sudah maksimal. Saksi di tkp ngak ada. “Saksi yang melihat mereka melakukan perbuatan gak ada. Kami kesulitan untuk membuktikan calon tersangka karena tidak ada saksi sama sekali pada saat kejadian”. Kalo ada saksi yang melihat agar bisa memberikan kesaksian. Terang Kapolres Agam saat di komfirmasi via WhatSappnya.

Sebelumnya kejadian itu kuat dugaan, dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan bom molotov. Pasalnya, sejumlah bahan menyerupai rangkaian Bom molotov yang di duga digunakan pelaku tampak berserakan di kedua Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hal terkait persoalan itu, Katua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bawan, Adrian Agus, Datuak Kando Marajo. “Kita bersama kalangan ninik mamak Bawan, berharap, kasus ini bisa segera terungkap, dan para pelaku dijatuhi sangsi hukum sesuai ketentuan yang berlaku, “ harap Dt.Kando.

Ketua KAN Bawan itu, mengaku optimis, pihak kepolisian dengan berbagai dukungan perangkat canggih saat ini, serta dengan personil yang professional dan mumpuni dibidangnya, bisa segera mengungkap tabir kasus tersebut.

Lanjut, A.Dt.Kando Marajo, mengatakan, ini sudah tidak bisa ditolerir lagi, pasalnya “Teror” ini sudah mengancam Keselamatan nyawa dua orang ninik mamak yang tergabung dalam KAN Bawan, dan Keluarganya, dan ini sudah menjurus pada aksi kriminal luar biasa, yang boleh kita sebut “Teroris” ungkap Datuak Kando, mengakhiri.

Desakan itu juga muncul dari anak kemanakan dan pusako ninik mamak nagari Bawan, disebutkan Jasman Chaniago, salah seorang Pusako Datuak Majolelo Basa, kami berharap pihak penegak hukum Polres Agam, segera menindak lanjuti penyelidikan kasus ini sebagai mana mestinya, dan tidak hanya sekedar menemukan pelaku, juga dapat segera membekuk aktor Intelektual di balik aksi pembakaran rumah dua orang Ninik Mamak Nagari Bawan, tidak peduli siapapun itu oknumnya, ” Tegasnya.

Di tempat terpisah, Disebutkan Indranova Datuak, Panduko Basa, pihaknya bersama keluarga korban serta seluruh kalangan ninik mamak dan anak kemenakan di Nagari Bawan, sangat berharap kasus teror yang dialami dua ninik mamak Nagari Bawan itu, bisa segera terungkap dengan tuntas sampai ke otak pelaku, karena hal itu penting untuk menjaga stabilitas dalam masyarakat, selain memberi rasa aman kepada kedua korban aksi teror, termasuk kepada kalangan ninik mamak lainnya.

“Kami sangat berharap, kasus itu bisa segera terungkap, dan para pelaku diberi sanksi berat sesuai aturan hukum yang berlaku. Dan kami yakin, pihak kepolisian akan segera mengungkap tabir kasus tersebut”. Sebut, N.I.Dt.Panduko Basa lagi.

Hal senada juga di ungkapkan Pelapor, Rizki Rahman, yang Notabene “Kamanakan yang juga Menantu” Khidir Datuak Palimo di Rajo, salah seorang Korban ancaman teror. Terkait Peristiwa Pembakaran Dua Rumah Ninik Mamak Nagari Bawan itu.

Selain khalangan ninik mamak nagari Bawan, sejumlah ninik mamak dari nagari tetangga di kabupaten agam, turut mengutuk keras dan menyebut, kejadian ini merupakan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, serta berharap agar pihak kepolisian dapat segera menemukan orang-orang tidak bertanggung jawab yang terlibat dalam peristiwa beberapa waktu lalu itu.

Menurut informasi yang didapat di lapangan, beruntung peristiwa kriminalisasi ini meski tidak menelan korban jiwa, selain mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan lebih kurang Rp. 300 juta, juga berdampak buruk pada psikologi korban, apalagi di rumah tersebut terdapat beberapa anak Balita dan kita berharap agar pihak yang berkompeten dapat sesegera mungkin menemukan pelaku Pembakaran dan Aktor intelektual yang mendalangi Peristiwa ini. ( Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *