Perhutani Blitar Amankan Pencuri Kayu Bersama Penadahnya

  • Whatsapp
Petugas memeriksa Kayu Sono yang dicuri pelaku.

Blitar, Infobanua.co.id – Perhutani Blitar, perlu dapat acungan jempol, pasalnya kali ini berhasil mengungkap pencurian kayu hutan, sekalian penadahnya.

Tidak seperti kasus sebelumnya, setiap kali terjadi pencurian Kayu Hutan, hampir jarang pelakunya tertangkap, apalagi sampai ke tangan penadahnya.

Perhutani Blitar kali ini tidak hanya barang bukti yang diamankan, namun pelaku dan penadahnya juga ditangkap.

Pencuri kayu pria bernama Wiji (42), warga Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar dan penadahnya, Paini (56), warga Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Mereka dibekuk di rumahnya masing-masing, Sabtu 19 April 2021 siang. Dari tangan keduanya diamankan Kayu Sono, diduga dicuri dari Hutan Rampal Ombo, Desa Bacem, Kecanatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

“Kami behasil mengamankan 11 gelondong Kayu Sono yang diperkirakan dicuri pada Kamis 15 April 2021 lalu. Pelakunya adalah Wiji dan dijual kepada Paini,” kata Kapolsek Sutojayan, AKP Tamim Anwar, Senin 19-04-2021.

Menurut Tamim, bahwa belum diketahui modus pencuriannya, tapi diduga pencurian terjadi bukan hanya sekali. Sebab pelaku cukup paham kondisi Hutan Sono, yang hanya berjarak sekitar 01 KM dari rumah pelaku.

“Kami temukan dua pohon yang ditebang, dan dipotong menjadi 11 gelondong, kemudian diangkut menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi menjadi sepeda motor trail,” jlentrehnya.

Lebih dalam Tamim menjelaskan bahwa, dari penyelidikan, Polisi tidak segera menemukan identitas pelaku.

Tapi petugas terlebih dulu menemukan tumpukan Kayu Sono di halaman belakang rumah seseorang.

Polisi curiga dengan tumpukan kayu tersebut merupakan kayu curian, selanjutnya Polisi menelusurinya dan diketahui berada di halaman belakang rumah Paini. Dan akhirnya, petugas menanyakan kepada Paini terkait keberadaan Kayu Hutan tersebut.

Saat ditanya Paini tidak bisa menjawab, yang akhirnya mengaku jika kayu tersebut dibeli dari seseorang.

Tidak mau kehilangan jejak dan dikibuli, petugas mengajak Paini ke rumah penjualnya, yang berjarak sekitar 04 KM dari rumahnya.

“Setelah tiba di rumah penjual kayu, keduanya tidak dapat mengelak. Sebab Wiji mengaku jika kayu tersebut diambil dari Hutan. Akhirnya keduanya diamankan dengan status berbeda. Wiji sebagai pelaku pencurian sedangkan Paini sebagai penadahnya. Namun mereka masih kami mintai keterangan,” jelasnya.

Selanjutnya Tamim menerangkan bahwa, terungkapnya kasus pencurian Kayu Sono ini berkat informasi dari warga.

Dimana menurut warga, malam itu diketahui ada orang mengangkut kayu dari lokasi Hutan Sono yang luasnya 25,9 hektare.

Hutan tersebut merupakan areal pepohonan Sono yang sudah berusia puluhan tahun, dan sudah layak ditebang.

Kayu kelas ekspor tersebut sering menjadi sasaran pencurian, tapi Polisi jarang berhasil menangkap pelakunya. Namun kali ini petugas berhasil mengungkapnya.

Sementara itu Wakil Adm Perhutani Blitar, Ivan Cahyo, mengatakan bahwa, pihaknya sudah memeriksa ke dalam Hutan, ke lokasi pencurian kayu tersebut. Hasilnya, ditemukan dua bongkahan Kayu Sono bekas ditebang dengan gergaji.

“Akhirnya kami cocokkan antara bongkahan kayu, dengan kayu yang dicuri tersebut. Hasilnya, memang persis diameternya,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *