Ada Apa Pemko Banjarmasin Bentuk Satgas Penertiban Masyarakat

BANJARMASIN, infobanua.co.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro di kota Banjarmasin, terus mengalami perpanjangan. Nyatanya terbilang samar di lapangan.

Pasalnya masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dianjurkan Pemerintah Kota Banjarmasin seperti jaga jarak, pengunaan masker dan lainnya.

Mengenai hal tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Satpol PP untuk menegakan penerapan Prokes dengan ketat di tengah masyarakat.

Kendati demikian, Penegakan Prokes tak bisa dilakukan di lapangan karena untuk saat ini pihaknya masih menunggu Peraturan Daerah (Perda) terkait hal tersebut.

“Perda sendiri itu masih belum dibuat. Kemarin saya sudah minta ditingkatkan dari Perkada (Peraturan Kepala Daerah) menjadi Perda,” ucapnya, Minggu (18/4).

Meskipun begitu, pihaknya terus melakukan imbauan dan memberikan teguran kepada masyarakat untuk tetap menaati Prokes.

“Terus menjaga 4M (mengunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan) dalam rangka menjaga kesehatan kita, keluarga, dan lingkungan sekitar kita,” ujarnya.

Dayeen, juga mengaku sudah meminta Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin serta SKPD terkait untuk membuat sebuah regulasi.

“Mudah-mudahan regulasi itu ada surat keputusan baik dari putusan Wali Kota untuk membuat Satgas baik itu per RT atau di mesjid kah atau gereja seperti itu,” jelasnya.

Diakui Dayeen ini merupakan upaya mengedukasi semua pihak untuk ikut bersama-sama menghadapi wabah Pandemi Covid-19 yang tak tahu kapan akan berakhir. Pungkasnya

febri