Seleksi Sekda Depinitif Kabupaten Cianjur, Ini Kata Direktur Poslogis Politik Social and Local Goverment Studies, Asep Toha

  • Whatsapp
Foto.Asep Toha (Kang Asto) Direktur Poslogis, Politik Social and Local Goverment Studies,

Cianjur, infobanua.co.id – Seleksi calon Sekretaris Daerah definitif di pemerintah kabupaten Cianjur mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat yang juga Direktur Poslogis, Politik Social and Local Goverment Studies Asep Toha (Kang Asto).

Menurutnya Walaupun proses seleksi dilakukan secara terbuka, tetapi orang yang akan diangkat sebagai Sekda depinitif biasanya sudah ada dijagokan oleh kepala daerah.
Ucap pria yang biasa dipanggil Kang Asto ini. Selasa (20/4/2021).

“Namun biasanya memang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja. sedikit banyaknya kita sudah bisa menebak,” katanya.

Jika melihat perkembangan terakhir, Asep Toha menjelaskan, proses seleksi menyisakan lima nama yaitu Arief Purnawan yang sekarang menjabat sebagai Kepala Inspektorat, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cianjur Cecep S.Alamsyah,Kepala BPKAD Kabupaten Cianjur R.Dedi Sudrajat, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Setda Henry Ferdian Martin, serta Kadiskominfosantik Kabupaten Cianjur Tedy Artiawan.

“Dari lima nama tersebut maka kita sudah bisa menebak siapa tiga nama yang akan disetorkan oleh panitia seleksi kepada pejabat pembina kepegawaian atau bupati, walaupun susunanya tidak bisa menebak. Sebab urutannya berdasarkan nilai tertinggi dalam proses seleksi,” ungkap Direktur Poslogis, Politik Social and Local Goverment Studies ini.

“Kalau analisa atau feelling saya tiga nama nanti akan diusulkan oleh “Pansel” tersebut diantaranya Arief Purnawan, Cecep S. Alamsyah, dan R. Dedi Sudrajat”.Tutur Asto.

Itu terlihat, dari posisi jabatan ketiga orang tersebut, yang menjabat di dinas-dinas strategis, pastinya juga ditempati oleh orang yang paling dipercaya oleh Kepala Daerah dan memiliki loyalitas tinggi ke Kepala Daerah.” Posisi Kepala Inspektorat, DPMPTSP, dan BPKAD merupakan OPD yang sangat vital”.terang Asto.

“Setelah tiga nama dikantongi oleh Bupati, maka akan dipilih satu nama untuk diusulkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk diangkat menjadi Sekda depinitif,” ucap Asto.

Nah berbicara satu orang yang nantinya akan diusulkan oleh Bupati kepada Gubernur, dirinya berani mengatakan kans terkuat ada pada Cecep Alamsyah.Selain melihat posisi Cecep saat ini yang menjabat sebagai kepala dinas strategis dan vital, juga memperhatikan posisi Cecep Alamsyah sebelumnya.

“Kita masih ingat, tanggal 9 Juli 2020 dia pernah dilantik menjadi Pj. Sekda menggantikan Aban Sobandi yang memasuki masa pensiun. Pengangkatan Cecep Alamsyah sebagai Pj Sekda ketika itu, pas menghadapi moment Pilkada,” tutur Asto.

Sementara amanat Plt Bupati Herman Suherman ketika itu adalah Pj. Sekda harus mensukseskan Pilkada 2020. Walau amanatnya bersifat umum, tetapi ada pesan yang tersirat. Dan hasilnya Plt. Bupati kembali terpilih. Artinya, Cecep Alamsyah sukses secara normatif dan politis.

“Nah, artinya loyalitas Cecep sudah teruji. Selanjutnya setelah berakhir masa jabatannya yaitu 6 bulan, dia diposisikan menjadi Kepala DPMPTSP. Dinas yang vital karena mengurusi perizinan dan investasi,” tutupnya .

Hasbi (Abie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *