Tanya Kasus KDRT Di Polsek Percut, Wanita Hamil 6 Bulan Ngaku Dianiaya Oknum Polisi Dan Kapolsek

  • Whatsapp

Percut Sei Tuan, infobanua.co.id – Wanita Hamil 6 Bulan, bernama Deasy Natalia Boru Sinulingga, (33), tiba-tiba berteriak histeris di Halaman Polsek Percut Sei Tuan, pasalnya ia mengaku telah dipaksa keluar dari Ruangan Kapolsek, sehingga ia mengalami luka, dan mengeluarkan darah dibagian Kakinya. Tak hanya itu, Ibunya pun, Novie Ritani Lumban Tobing juga mengalami sobek pada Lengan Baju Sebelah Kanannya.

Deasy Natalia boru Sinulingga, (33), histeris di Halaman Mapolsek Percut Sei Tuan. Wanita yang tengah hamil 6 bulan itu mengaku telah dianiaya Oknum Polisi, dan Kapolsek. Pemicunya, karena Natalia mendesak Polisi, agar Kasus Perkara KDRT yang dilaporkannya segera ditindaklanjuti.

Kepada Wartawan, Natalia mengatakan telah terjadi Penganiayaan dengan kekerasan kepada dirinya, dan juga pada Ibunya. Penganiayaan yang dialaminya, berawal dari dirinya yang ingin mempertanyakan perkembangan Kasus Perkara KDRT yang telah dilaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan sesuai dengan Nomor Laporan Polisi : LP/2254/X/2020/SPKT PERCUT.

“Di Ruangan Kapolsek, saya kan mau mengadu bang, saya bilang pada Pak Kapolsek, ‘tolonglah Pak ditangani cepat Pak, saya sudah tidak sanggup, anak saya tidak ada biaya’. Lalu kami dipaksa keluar bang, karena saya tidak mau keluar, lalu dipukul saya sama Oknum Polisi disitu,” kata Natalia sambil menangis, dan memperlihatkan kakinya yang luka, dan berdarah, setelah keluar dari Ruang Kapolsek, tepatnya di Halaman Mapolsek Sei Tuan, Senin (19/4/2021) kemarin.

Hal senada juga dibeberkan Ibu Novie, bahwa saat dia bertanya ke Kapolsek. Lalu Kapolsek mengatakan Kasus Perkara tersebut masih sedang diproses.

“Katanya sedang diproses, proses aja dari dulu sampai anakku kayak gini, apa yang proses terus, tapi ngak juga ada, cuma dicari alasan mereka. Kami bilang tangkap yang aniaya anak aku, karena kami terzolimi ini. Anak aku dipukuli di dalam Rumah, berkurung Keluarga nya semua disitu,” akunya.

Saat ditanya Lengan Baju Sebelah Kanannya kenapa bisa sampai sobek, Ibu Novie mengaku, bahwa Lengan Bajunya Sobek lantaran ditarik oleh Kapolsek.

“Ya dibuat sama Kapolseknya lah, Kapolsek yang buat, Kapolsek yang narik Saya, ditariknya saya gini (diperagakan tarik paksa), langsung Kapolsek yang narik saya, Saya bilang ‘kau sebagai Kapolsek apanya, aku uda nunggu dua jam’ kejam kali memang, kejam kali Polsek ini,” ujarnya dengan penuh rasa kekecewaan.

Saat dikonfirmasi oleh Wartawan via WhatsApp dengan nomor 0813-9648-XXXX, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu, kemarin setelah usai mendengar keluhan yang dirasakan Kedua Ibu itu, Kapolsek tidak ada memberi jawaban. Kemudian kembali Kru Media infobanua.co.id. menghubungi Kapolsek Percut Sei Tuan, Selasa (20/04/2021), sekira pukul 21.11 WIB, juga via Whatsappnya. Kapolsek memberi jawaban mengatakan, “Semuanya fitnah Pak, kami hanya menghentikan perbuatannya yang membahayakan Masyarakat, dan Petugas,” sebutnya, lewat balasan chating Whatsappnya.

Usai membaca ungkapan Kapolsek, kembali Kru Media Infobanua.co.id. mempertanyakan, “Ijin Komandan, menghentikan perbuatan yang membahayakan Masyarakat, dan Petugas. Maksudnya bagaimana Komandan. Ijin Komandan, jika sampai demikian, mengapa mereka bisa ke luar dari Mapolsek Komandan. Apa tdk langsung dilakukan tindakan pencegahan atau antisipasi Komandan. Ijin Komandan, apalagi Ibu itu dalam keadaan hamil Komandan. Maaf,” ujar Kru Media Infobanua.co.id.

Kapolsek Percut Sei Tuan bungkam, tidak membalas pertanyaan Kru Media Infobanua.co.id. yang diajukan. Hingga berita ini diterbitkan Kapolsek Percut Sei Tuan tetap bungkam dan enggan membalasnya.

Demikian kembali ditemukan Kru Media Infobanua.co.id., tindakan Aparat Penegak Hukum. Begitu pula Pihak Kepolisian Polsek Percut Sei Tuan yang lalai dalam melakukan Pelayanan Publik kepada Masyarakat. Apalagi yang terjadi memperlakukan Seorang Wanita Hamil, Ibu Deasy Natalia boru Sinulingga, beserta Ibunya, dengan tidak beretika, sampai terluka, dan busana yang dipakai Ibu Novie Ritani Luban Tobing sampai sobek.

Bagaimana Masyarakat bisa menerima Polri yang Presisi dengan nyaman, bila hasil yang dirasakan dari bukti pelayanan yang diterima dari Pihak Aparat Penegak Hukum, sampai menimbulkan seperti yang dialami oleh Kedua Ibu tersebut.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *