Pomdam Sumut bersama Warga Gerebek Galian C Ilegal

  • Whatsapp

Batang Kuis, infobanua.co.id – Selama ini begitu buasnya, merasa mereka seakan pemegang kuasa, dan kebal hukum, yang selama ini para Oknum Penegak Hukum tidak terbuka mata hatinya untuk melarang, bahkan bungkam, meski Warga sudah berulang kali bermohon, agar Para Oknum Penegak Hukum menghentikan perbuatan mereka.

Seorang Oknum Ketua OKP berinisial E di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, yang selama ini cukup rakus, dan bukannya membangun daerahnya, malah jadi biang kerok perusak lingkungan, kali ini kena getahnya.

Selama ini cuma berani kepada Warga yang lemah, dengan mengandalkan OKP nya agar bisa diktator, dan mencari keuntungan lewat kecurangan, dan tidak peduli, dengan seenaknya melakukan Penyerobotan Lahan Pertanian Para Kelompok Tani Masyarakat Melayu Bersatu (MMB) Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, dengan mengeksploitasi lahan tersebut, mengorek, dan memperjual belikan Tanah yang diusahai, dan dikerjakan, oleh Kelompok Tani MMB di Dusun 1, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (22/04/2021), sekira pukul 17.00 WIB.

Merasakan kecurangan yang diperbuat sekelompok OKP itu, dengan seenaknya menyerobot lahan usaha yang mereka kerjakan, Kelompok Tani MMB  berkordinasi dengan POMDAM SU untuk menindak Kegiatan Galian C yang telah meresahkan dan merugikan Masyarakat tersebut. Seketika kehadiran Puluhan Personil Pomdam ke lokasi, membuat Anggota OKP yang ada berhamburan melarikan diri, dan juga Para Mafia Tanah yang berada di lokasi.

Operotor Alat Berat (Beko) seketika menghentikan kegiatannya.

“Saya hanya Operator Alat Berat saja Pak, untuk masalah lahan, saya tidak ikut campur, saya berurusan sama Sahrul, Pak (Anggota OKP) dan Korlapnya  si E (Ketua OKP),” ungkap Operator saat ditanya Pihak Pomdam

Masih berada di lokasi, Abdul Hadi, Pengurus MMB Kecamatan Batang Kuis, memberikan keterangan kepada Awak Media mengatakan, ” Kami Atas Nama Pengurus MMB (Masyarakat Melayu Bersatu) sangat bersyukur dengan diberhentikannya Galian C ini, dan diamankannya Satu Unit Beko, beserta Operator Beko,” kata Abdul Hadi yang juga Pengurus Formapera Sumut ini.

“Kegiatan Ilegal ini sudah beroperasi kurang lebih 3 Tahun lamanya, namun Kegiatan Galian C Ilegal ini, tidak pernah ada penindakan yang serius, terkesan ada dugaan kongkalikong antara Oknum Aparat Penegak Hukum di Daerah Kabupaten Deli Serdang ini, dengan Para Mafia Tanah, dan Galian, dengan demikian Para Mafia seenaknya memperlakukan dan merampas hak Warga Masyarakat. Kedepannya saya harapkan semua aktivitas Galian C di Batang Kuis semuanya dihentikan, karena sudah meresahkan Masyarakat,” pungkas Abdul Hadi.

Diketahui, Satu Unit Beko, dan Satu Unit Sepeda Motor, Jenis Nmax yang ditinggalkan oleh Pemiliknya karena lari, yang berada di lokasi sebagai barang bukti, saat ini telah diamankan Pihak Pomdam.

Berberapa Warga yang berada di Lokasi Galian dan menyaksikan kehadiran Pomdam ke lokasi, sangat berterimakasih, dan menyampaikan apresiasi mereka kepada Pomdam telah berhasil menghentikan seluruh kegiatan Galian C tersebut, yang selama ini mereka tunggu.

Mereka selama ini sangat menderita, terutama masalah kesehatan, karena setiap Armada Dum Truck bila melintas sudah pasti membuat jalan jadi rusak, dan menimbulkan banyak debu beterbangan, sehingga menimbulkan polusi udara yang cukup parah, dan menimbulkan penyakit sesak nafas.

Demikian pula Para Mafia Tanah, dan Anggota OKP, selalu bertindak arogan. Melakukan pemaksaan apa yang menjadi kehendak mereka, bahkan selalu menyerobot Lahan Tanah yang mereka miliki, dan juga lahan yang telah mereka usahai dan kerjakan.

Mereka juga sering dikecam dan diancam, agar selalu membisu selama kegiatan galian beroperasi. Bila ada yang buka suara tentu resiko akan mereka terima dari Anggota OKP dan Para Mafia Tanah tersebut.Karena itu, kedamaian, dan kenyamanan sudah sirnah, malah ketakutan yang menbayangi kehidupan mereka, dan rasa ASRI Lingkungan sudah menjadi polusi, tidak ada lagi kesegaran udara dapat mereka rasakan selama ini.

“Kami sebagai Warga Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, merasa berterimakasih kepada Para Bapak dari Pomdam. Kami sangat senang dan rasanya akan hadir nyamannya kembali, karena tidak ada lagi Mobil Dum Truck, Pengangkut Tanah Galian yang selama ini membuat jalan rusak, dan berdebu, akibat selalu dilintasi armada Dum Truck tersebut. Selama ini bang, tidak ada yang bisa melarang mereka, polisi aja bungkam bang,” ujar Warga yang enggan disebut namanya.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *