Upacara Ibadah Rukun Kematian (Wara) Di Km.8 Desa Ipu Resmi Di buka 3×7 Hari

  • Whatsapp

Muara Teweh, infobanua.co.id – Upacara ibadah rukun kematian umat Kaharingan atau yang sering di sebut (Wara) resmi dibuka selama Dua Puluh Satu (21) Hari di Km.8 Desa Ipu, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Sukarni selaku pelaksana, Saat pertemuan mulai acara adat yang di sebut Paner Jampa, Samoom Samaya dalam bahasa daerahnya 22/4/2021, Menyampaikan, “Mula haot taukir neke lalir, Tasurat hampe wakat. Ti lah lalakun dusun Agan Tawoyan adat welum hampe matei bagi umat kaharingan. Bele nelang kakurang kakalo, kangawe kabakoi hunyun pakat baat kami sekeluarga mula tatap bo sa harus de nginta nguan diau laba tuha kamin sa haot samapit pitai deri samapat pitai wakat, maka aro toro laun lei de tihau kula warga kampung jalahan huang gawi gata ti.

Sepintas bahasa yang artinya (Memang beginilah sudah leluhur budaya hukum adat dari hidup sampai mati umat kaharingan, biarpun serba dalam kekurangan dan atas dasar kesepakatan keluarga dan kerabat tetap harus terlaksananya ibadah rukun ritual kematian orang tuanya yang sudah meninggal dunia, oleh kernanya meminjam orang banyak untuk membantu melengkapi. Papar Sukarni

Sukarni yang sekaligus selaku ketua Majelis Agama Hindu Kaharingan (MAKI) di Barito Utara menambahkan, “Pada hari ini atas ijin lingkungan dan dan tokoh masyarakat setempat, Kamis 22 April 2021 Acara resmi dibuka yaitu 7 hari/malam Mijom Apui Natong, Setelahnya 2×7 hari/malam acara wara pakai kandong, Jumlah total 3×7 hari/malam kerna ini acara Wara sampai Bongkar Tulang, Maka Hewan Korbanya juga pakai Kerbau, Ayam dan Babi seperti biasa pelaksanaanya, Ujarnya

“Namun selaku sesama umat beragama nanti mungkin akan Brik (Istirahat) selama 3 hari apabila bertepatan dengan Hari Raya bagi umat Islam. Selaku sesama umat beragama kita wajib saling menghargai dan menghormati. Tutup Sukarni

Dedi Dut selaku ketua RT. IV yang sekaligus selaku ketua panitia pelaksana juga menyampaikan, Diharapkan kepada semua pihak yang hadir agar menyampaikan impormasi pelaksanaan kepada siapapun yang wajib mengetahui.

“De ngahampe tarung berita lukun kula jalahan, Erai lou datai solai, bahwa taka ti naan gawi, Serta memimta kepada siapapun yang hadir tidak membawa atau membuat kericuhan dan keributan, Kerna ada hukum adat yang mengatur.

Ia menambahkan, Bahwa pada siapa saja yang hadir wajib mematuhi Prokes Kesehatan, memakai masker dan cuci tangan, Itu yang paling utama. Himbaunya

Pada pelaksanaan hukum adat paner jampa secara bergantian pada pembukaan acara, hadir diantaranya Ketua Rt 1. Ketua Rt. 4 dan ketua Rt. 6, Sekdes desa papar pujung beserta rombongan serta kerabat dari desa-desa lain yang jumlahnya sekitar 22-25 orang, hingga acara terahir nyaki milah (Memalas) semua tamu kerabat yang hadir. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *