Warga Desa Lili Riawang Bone, Memblokade Proyek Jalan Nasional Koppe – Taccipi

  • Whatsapp

BONE, infobanua.co.id – Warga Desa Lili Riawang, Kecamatan Bengo melakukan aksi protes terkait proyek pembangunan jalan Nasional koppe – taccipi kabupaten Bone dengan memblokade area Proyek Jalan Nasional di dusun Koppe, Kamis (22/04/2021)

Sejumlah Warga masyarakat Blokade dengan memasang pagar kayu bambu pada dua lokasi yang berbeda diatas lahan yang diklaim tanah milik warga yang dilintasi Proyek Pembangunan Jalan Nasional Koppe Taccipi, dimana sementara dalam proses pengerjaaan.

Ironisnya dua buah papan yang bertuliskan “Perhatian tanah ini bersertifikat milik Mangiri” sedang yang satunya lagi bertuliskan “Perhatian tanah ini bersertifikat milik A. Kansar, keduanya merasa memiliki bukti dokumen surat tanah resmi dan asli

Mendapat informasi tersebut Kapolsek Bengo Polres Bone Iptu Andi Jalaluddin, S.Sos., segera memerintahkan Kanit Intelkam Polsek Bengo Aipda A. Tawakkal dan Bhabinkamtibmas Polsek Bengo untuk Desa Liliriawang Aipda A. Marfang untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pendekatan secara persuasif, agar hal tersebut tidak menjadi tambah meluas sehingga dapat mengganggu situasi kamtibmas.

Informasi yang berhasil di himpun bahwa masing-masing pemilik lahan bersertifikat tersebut merasa dirugikan, sebab tidak ada koordinasi lisan maupun tertulis oleh pihak terkait kepada mereka sama sekali, terlebih berbicara pembebasan lahan sebagai niat baik tidak akan merugikan masyarakat atas izin AMDAL (analisis dampak lingkungan) yang menjadi kewajiban pelaksanaan sebuah proyek.

Ditempat berbeda Kapolsek Bengo Polres Bone Iptu Andi Jalaluddin, S.Sos., mengundang Pihak Kepala Desa Liliriawang Sundin dan A. Kansar selaku pemilik lahan yang merasa dirugikan atas proyek Jalan Nasional Koppe Taccipi Kabupaten Bone,

Untuk mendapatkan solusi tentang masalah ini begitupun tak ada yang merasa di rugikan dan pekerjaannya tetap berjalan dilakukan koordinasi agar semuanya jelas sehingga tercipta situasi kamtibmas yang tetap kondusif.

“kami akan berusaha menjadi penengah dan mencari solusi atas masalah ini, antara pemilik lahan dan Pekerja Proyek agar semua merasa tidak ada yang dirugikan sehingga pekerjaan tetap dapat berjalan dan hasil yang diingikan pun dapat tercapai oleh kedua belah pihak.” Tutup Kapolsek.(A. Ida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *