Memo Pemotongan Uang Makan dan Kerajinan Resahkan Pegawai PDAM Tirtanadi

  • Whatsapp

Medan, infobanua.co.id – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KSMN Sumut, Zulhamri, yang akrab disapa Amri Daeng, mendatangi PDAM Tirtanadi meminta Manajemen (Direksi) PDAM Tirtanadi, agar memberi penjelasan seputar terbitnya Memo yang berisikan, ‘Akan melakukan Pemotongan Uang Makan, dan Uang Kerajinan Pegawai PDAM Tirtanadi Yang Positif Terpapar Covid-19’.

“Kami harap kesediaan Ibu Feby Milanie, selaku Direktur Bidang Keuangan PDAM Tirtanadi untuk mengklarifikasi terkait Isi Memo yang dimaksud kepada Publik, ujar Amri Daeng, Sabtu (01/05/2020).

Terbitnya Memo ini disinyalir akan menciptakan permasalahan baru, diduga ada unsur kesengajaan dengan mengkambing hitamkan seseorang yang bakal dijadikan Korban Kebijakan oleh ‘Sang Penguasa’ BUMD Pengelola Jasa Air Minum, yang konon disebut-sebut memiliki ‘Kesaktian’ alias ‘Kebal Hukum’ itu.

“Menurut pandangan kami, Kadiv SDM PDAM Tirtanadi, Ibu Haslinda Nasution diduga hanya menjalankan perintah dari Direktur Keuangan,” tegas Amri Daeng.

Lebih lanjut Amri Daeng menambahkan, “Parahnya lagi, Sekper PDAM Tirtanadi Provsu, Bapak Humarkar Ritonga saat dikonfirmasi mengakui ada sedikit kesalahan dan akan merevisi Isi Memo yang sudah diterbitkan tersebut,” ketusnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Senin (26/04/2021) lalu, Direktur Keuangan dan SDM PDAM Tirtanadi, Feby Milanie bungkam, ketika dipertanyakan Isi Memo tentang Pemotongan Uang Makan dan Uang Kerajinan Pegawai Yang Positif Terpapar Covid-19 yang telah beredar tersebut.

Feby yang beberapa kali dihubungi melalui telepon dan pesan WhatsApp, tidak bersedia menjelaskan Isi Memo mengenai Pemotongan Uang Makan dan Uang Kerajinan Pegawai tersebut.

Demikian pula saat dihubungi Kadiv SDM PDAM Tirtanadi, Haslinda Nasution, juga menolak menjelaskan tentang Memo yang beredar dikalangan Pegawai PDAM Tirtanadi tersebut.

“Maaf ya, kalau soal itu tanya saja ke Kadiv Humas jangan ke saya,” kata Haslinda.

Kadiv Humas PDAM Tirtanadi, Humarkar Ritonga yang dikonfirmasi mengatakan akan merevisi Isi Memo Pemotongan Uang Makan dan Uang Kerajinan Pegawai PDAM Tirtanadi yang Positif Terpapar Covid-19.

“Sudah kami revisi Suratnya. Ada sedikit kesalahan yang terjadi, mau kami perbaiki. Gak seperti itu isi sebenarnya,” ujar Humarkar Ritonga.

Sangat ironis dan tidak bertanggung jawab secara profesional, yang sudah diberlakukan, dapat ditarik kembali untuk direvisi. Mudah betul menuturkan bahwa isi memo tersebut bukan demikian maksud dan tujuannya. Kredibilitas potensi kinerja buruk sedang dipertontonkan, mengira memo itu bisa rapi berjalan mulus.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *