Ombudsman RI Perwakilan Sumut Dukung Pihak Kepolisian Kejar Para Oknum Pendaur Ulang Cutton Bud Swab Antigen

  • Whatsapp

Medan (Sumut), infobanua.co.id – Ombudsman RI Perwakilan Sumut mendukung penyelidikan
Polda Sumut melakukan pengungkapan Para Pihak yang terlibat dalam Kasus Perkara Pendaur Ulang Cutton Bud Swab Antigen.

“Perbuatan Pendauran Ulang ini merupakan praktek kejahatan yang sungguh luar biasa. Polisi berhasil mengungkapkan seluruh kegiatan proses daur ulang itu, dilakukan di Laboratorium Perusahaan Plat Merah Kimia Farma,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar.

Permintaan Pengembangan Pengusutan Kasus tersebut, sangat penting dan harus terbuktikan. Karena bisa saja terulang kembali penggunaan produk Cutton Buds Swab Antigen yang hasil daur ulang itu, tidak hanya digunakan di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), namun digunakan juga tempat lain, seperti Stasiun Kereta Api, misalnya.

“Dugaan kita kemungkinan besar aksi kejahatan itu akan dilakukan di tempat-tempat lain. Karena itu, kita dari Ombudsman RI berharap, penyelidikan yang dilakukan oleh Pihak Kepolisian jangan berhenti sampai di Bandara Kualanamu. Tapi perlu lebih ekstra tindakan penyelidikan tersebut, dan lebih jeli lagi mendeteksi lokasi tempat produk daur ulang Cutton Bud Swab Antigen itu digunakan,” tegas Abyadi.

Upaya tindakan pengejaran secara detail pada kasus perkara ini, sangat penting. Tidak tertutup kemungkinan kejahatan yang luar biasa ini sangat besar diduga diperbuat Para Pelaku menggunakan Perusahaan Kimia Farma, berperan besar menyebarkan/menularkan Virus Covid19 yang mematikan tersebut.

“Di tengah tengah kerja keras Pemerintah dan semua pihak menghentikan penyebaran virus Covid19, justru Para Pelaku tega melakukan tindakan berpotensi sebagai penyebaran Virus Covid19 yang sangat mematikan ini,” tukasnya.

Pengembangan kasusnya, sambung Abyadi Siregar, tidak saja mengarah pada sekedar Pencarian Lokasi atau Tempat Penggunaan Cutton Bud Swab Antigen yang didaur ulang itu. Tapi juga mengarahkan pengembangan untuk mendapatkan pihak pihak yang terlibat. Karena bisa saja ada orang lain yang ikut menikmati bisnis jahat ini.

Ombudsman RI Perwakilan Sumut juga mengharapkan penanganan kasusnya dilakukan sesuai proses hukum. Para Pelaku harus mendapat ganjaran sesuai hukum yang berlaku.

“Padahal, sejak Tahun 2020 lalu, Negara ini telah bekerja susah payah menghentikan Penyebaran Virus ini. Tapi justru mereka melakukan tindakan kejahatan yang berpotensi menyebarkan Virusnya kembali,” sebutnya.

Ombudsman RI Perwakilan Sumut juga sangat mengapresiasi, sekaligus menyampaikan terimakasih atas keberhasilan Jajaran Kepolisian di Sumut yang berhasil membongkar perbuatan jahat ini. Seluruh Masyarakat juga akan memberi apresiasi yang luar biasa kepada Kepolisian. Sebab, dengan berhasil dibongkarnya tindakan pendauran ulang Cutton Buds Swab Antigen ini, artinya merupakan salah satu upaya menghentikan penyebaran Virus Covid-19 ini.

“Kita dari Ombudsman RI Perwakilan Sumut minta Kimia Farma sebagai Perusahaan Besar milik Pemerintah, agar segera mengevaluasi pelaksanaan seluruh efektifitas sistem kinerja usahanya di Indonesia. Karena kasus seperti ini bisa terjadi lagi di Provinsi lain. Tindakan Pengawasan yang lebih ketat, harus lebih diterapkan, agar tidak kehilangan kepercayaan,” pungkas Abyadi Siregar.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *