Pemberdayaan Marharoan Bolon Solusi Edukasi Bijak Ciptakan Percepatan Pembangunan di Kabupaten Simalungun

  • Whatsapp

Simalungun, infobanua.co.id – Didasari kurangnya panggilan kepedulian akan kebersihan Parit Kampung di Sekitar Rumah Warga Masyarakat, dan Pemeliharaan Saluran Air Bersih di Lingkungan Sarana Umum, gerakan efektifitas pemberdayaan Marharoan Bolon ini merupakan potensi utama perlu untuk digalakkan, agar menjadi Habitus Baru (Budaya Simalungun) bagi peradaban Warga Simalungun, demikian pernyataan Albert Sinaga, Senin (03/05/2021).

Albert mengatakan, tampak dari buruknya hasil pembangunan infrastruktur jalan yang terlihat saat ini, baik dari Jalan Desa, Jalan Kecamatan, hingga menuju Jalan Ibu Kota Kabupaten, serta Jalan menuju Ibu Kota Provinsi, harus segera dilakukan perencanaan perbaikan, meski pelaksanaannya dilakukan bertahap kedepannya, dengan prioritas pemberdayaannya, melalui peranan bangkitnya kembali rasa peduli kebersamaan dengan semangat bergotong royong, peran serta sumbangsih aktif Masyarakat secara menyeluruh untuk memperbaikinya, minimal memperbaiki Saluran Parit (Drenaise) yang selalu digenangi air berada di Halaman Tempat Tinggalnya masing-masing, atau berpartisipasi menyediakan Bahan Materil, seperti Sertu, Tanah Timbunan, maupun Batu, demi pencegahan erosi, dan perbaikan Jalan yang berlubang.

“Ditengah Penggunaan Anggaran yang cukup besar pada Penanganan Pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Simalungun sungguh tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan peran aktif Masyarakat itu sendiri. Begitu pula peranan peningkatan efektifitas ekonomi masyarakat masih belum dapat diwujudkan, demikian pula Tuntutan Masyarakat begitu banyak akan Perbaikan Jalan.

Untuk mewujudkannya dapat dirasakan sudah tidak memiliki daya kemampuan lagi untuk dapat diharapkan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Sambil menunggu perubahan terjadi, dan peningkatan stabilitas roda perekonomian Bangsa, Marharoan Bolon inilah salah satu potensi solusinya dapat diberdayakan,” ujar Albert Sinaga.

Marharoan Bolon (Bergotong royong) dimaknai, ‘Berat sama dipikul, Ringan sama dijunjung’ merupakan salah satu pepatah ilmu natural Warisan Leluhur terdahulu yang senilai dengan Filosofinya Bapak Simalungun, yakni Habonaron do Bona.

Lanjut Albert, Warga Masyarakat Perantau yang terdiri dari Tokoh Agama, Para Pendidik, Aparat Desa, ASN, hingga Para Pejabat, semestinya harus mentransformasikan potensi edukasi etika solusi, dan perlunya nilai wujud nyata kontribusi, supaya bersama-sama menyadari sangat pentingnya kemajuan pembangunan itu di Daerah Kabupaten Simalungun, dari masyarakat untuk dinikmati dan dirasakan masyarakat.

Seandainya bila tidak bisa memberi sumbangsihnya dari segi penyaluran tenaganya, boleh diberikan sumbangsihnya dari segi materi, atau bila dari keduanya juga tidak dapat diberikan, seminimalnya ada sikap bijak diam, dan mendoakan, supaya wujud pembangunan tersebut dapat tercipta nyata, dan dapat dilaksanakan (Lang adong Gogoh, Gugu ma ibere, gogoh ibaen, anggo lang boi haduasi ulang mangguturi),” sebut Albert.

Bupati Simalungun RHS- ZW menyampaikan gagasan emas setiap kali pertemuannya, agar percepatan pembangunan bisa dinikmati bersama demi Masyarakat hidup sejahtera.

“Menyadari pentingnya pembangunan itu harus terwujud, konsistensinya harus dimulai dari adanya kesadaran kita sebagai milik bersama, dan hadirnya rasa panggilan diri kita sendiri, bahwa diri kita sangat bernilai buat kepentingan orang banyak, sebagai Warga Masyarakat Simalungun khususnya. Sadar akan tujuan itu, mari kita berdayakan semangat kebersamaan melaksanakan Marharoan Bolon guna terciptanya Pembangunan, demi Masyarakat agar hidup sejahtera,” pungkas Albert mengakhiri.

(AG-William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *