Tidak Adanya Pemberitahuan Soal Adanya Pembangunan Yang Melibatkan Pekerja Dari Luar Daerah diwilayahnya, Pemdes Munjul Cilaku Lakukan Sidak

  • Whatsapp

Cianjur, infobanua.co.id – Menindak lanjuti laporan warga terkait adanya para pekerja dari luar daerah kabupaten Cianjur dipelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan dua sekolah yang berlokasi di wilayah Desa Munjul,kecamatan Cilaku kabupaten Cianjur, Pemerintah Desa lakukan Sidak.

Kepala desa Munjul Yoyo Kuswoyo menjelaskan perihal adanya masalah ini berawal dari laporan warga yang mengatakan adanya proyek pembangunan dua sekolah di wilayah Desa Munjul,padahal kita selaku pemerintah desa tidak mengetahui perihal tersebut,karena tidak ada pemberitahuan yang masuk ke Pemdes baik itu surat atau lainnya dari sekolah,dinas pendidikan kabupaten Cianjur atau propinsi dan juga CV sebagai pelaksananya.

“Proyek pembangunan ini katanya langsung dari provinsi baik pelaksananya dan juga pekerjanya dari luar daerah Cianjur (Jawa),Selama ini Pemdes Munjul bahkan tidak tau kalau ada pelaksanaan pembangunan sekolah tersebut,tidak ada pemberitahuan ke kita”.ungkap Yoyo.

Setelah mendapatkan laporan tersebut kami dari Pemdes melakukan Sidak langsung ketempat dua sekolah tersebut yaitu Sekolah dasar Cidangkencana dan Cibantala,melihat dan menemui langsung pelaksana proyek dan para pekerjanya.

“Dilokasi kita memang menemukan pelaksanaan pembangunan sekolah tersebut memang sudah berjalan,dan ditemukan memang pekerjanya dari luar semua setelah kita tanya Mandornya”.terang Yoyo.

Karena dalam kondisi Pandemi Covid-19 dan pelaksanaan PPKM sebagai upaya antisipasi dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19 kita tanyakan ke mereka tentang protokol kesehatan yang diharuskan.

“Karena semua pekerjanya dari luar kita tanyakan soal ada atau tidaknya surat keterangan Rapid test atau test Swabnya dan mereka tidak bisa menunjukkan surat tersebut atau boleh dibilang tidak ada semua”.ucap Yoyo.

Kemaren Pemdes Munjul menyarankan kepada mereka untuk bisa melakukan Rapid test atau test swab dan sebagai kewajiban kita sebagai Pemdes akan memfasilitasi.

“Sudah kita uruskan untuk mereka bisa melakukan test swab dengan meminta jadwalnya kepuskesmas Cilaku,namun sayang jawaban dari CV atau penanggung jawabnya tidak menginjinkan dengan alasan mereka tidak mempunyai anggaran untuk hal tersebut”.Tutur Yoyo.

Dengan adanya jawaban seperti itu jadi otomatis semua pekerja yang melaksanakan pembangunan tersebut tidak memenuhi protokol kesehatan yang berlaku,Terkait permasalahan ini Pemdes Munjul berencana akan melayangkan surat kepada pihak pihak terkait mungkin diawali ketingkat forkopimcam, dinas pendidikan serta Forkopimda.

“Kita akan layangkan surat ke pihak terkait supaya bisa ditertibkan masalah administrasi karena ini menyangkut propinsi dan kita juga bingung tau tau ada pembangunan tanpa ada pemberitahuan kepada Pemdes,selain itu kami juga meminta tolong kepada pemerintah provinsi (Gubernur) Jawa barat untuk masalah Prokes agar bisa diperhatikan lagi jangan sampai kami yang dibawah menjadi sasaran sedangkan tingkatkan propinsi yang tidak taat”.jelas Yoyo.

Selain itu kita juga meminta kepada pihak terkait kalau ada pembangunan agar memberikan pemberitahuan lebih dahulu kepada kami,supaya tidak menjadi blunder kepada kami dari sebagian pihak yang mengambil kesempatan,karena kami pemdes yang bertanggung jawab didaerah.pungkasnya.

Hasbi (Abie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *