Agar Tidak Seperti India Pj Gubernur Kalsel Ikuti Arahan Prokes Dari Ketua Satgas Penanganan Covid-19

  • Whatsapp

BANJARMASIN, infobanua- Pemerintah melakukan larangan mudik lebaran yang diberlakukan pemerintah, karena tidak ingin kasus Covid-19 melonjak seperti di India. Oleh sebab itu, warga diminta bersabar.

“Sekali lagi, niat mudik harus disampaikan secara terus-menerus untuk ditahan, bersabar, bersabar, bersabar. Kita tidak ingin kasus seperti India,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo melalui virtual.

Wanti-wanti agar kasus covid tidak seperti di India, dikemukakan Doni yang mendampingi Ketua DPR RI, Puan Maharani, meninjau Pos Penyekatan di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (14/5).

Menurut Doni, beberapa waktu lalu kasus Covid-19 di India jauh di bawah Indonesia. Namun karena pemerintahnya melonggarkan aktivitas publik hingga mengizinkan kegiatan keagamaan, korban akibat terinfeksi virus corona melonjak drastis.

Agar di daerah tidak seperti itu maka harus di lakukan penyekatan khususnya di Kalsel.

“Pada bulan Januari akhir dan awal Februari, kasus India itu jauh di bawah kasus aktif nasional kita. Kita 176.000, India 150.000. Tetapi setelah mereka melonggarkan aktivitas publik, kegiatan keagamaan, olahraga, kegiatan politik, hiburan dan acara-acara tradisi, tidak perlu menunggu 2 bulan, hanya dalam waktu beberapa minggu seluruh kasus aktif meningkat, angka kematian pun tertinggi di dunia hari ini,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Doni, masyarakat diminta mematuhi larang mudik agar nantinya bangsa Indonesia tak menyesal lantaran mau mematuhi aturan.

“Kita jangan sampai mengalami kasus seperti itu. Oleh karenanya, kerja keras dan kerja sama semua komponen untuk saling mengingatkan itu penting sekali. Lebih baik kita lelah hari ini, kita capek hari ini, daripada di kemudian hari kita menyesal,” tandasnya.

Disisi lain Pj Gubernur Kalsel Safrizal Z.A menyampaikan untuk meminta kepada posko PPKM Mikro memfasilitasi warga melakukan mudik virtual. Khususnya warga yang telah patuh terhadap larangan mudik. Cetusnya

“Tolong berikan kesempatan kepada mereka yang tidak bisa mudik untuk betul-betul melakukan mudik secara virtual, silaturahmi virtual dan posko di PPKM Mikro ini harus dioptimalkan. Sehingga semua masyarakat yang kurang mampu, bisa memanfaatkan virtual untuk bisa berkomunikasi. Ini untuk mengurangi niat mudik,” pungkasnya.

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *