Diduga Memegang Kabel Listrik, Anak di Kab.Blitar Tewas Ketika Berlebaran

  • Whatsapp
illustrasi korban tersengat listrik.

Blitar, infobanua.co.id – Peribahasa mengatakan bahwa, Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak artinya kehidupan didepan kita adalah rahasia Allah, untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka.

Rupanya peribahasa ini terjadi dan menimpa anak perempuan bernama RKR (10) warga Dusun Gragalan, Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Anak ini sedang bersenang-senang mengahabiskan liburan Idul Fitri di rumah kakeknya, tapi dia harus menghembuskan nafas terakhirnya akibat tersengat listrik di rumah kakeknya, Sukardji, warga Desa/Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Kamis 13 Mei 2021 siang.

Kasubag Humas Polres Blitar Kota, Iptu Ahmad Rochan, mengatakan bahwa, dari keterangan saksi, bahwa anak perempuan Imam Mahmudi di hari nahas tersebut sedang berada di rumah kakeknya.

“Keseharian Kakek tinggal di rumah bersama istrinya Sri Sangadah (50) dan Nia Daniati (20), bibi korban,” kata Kasubag Humas Polres Blitar Kota, Iptu Ahmad Rochan, Jum’at 14-05-2021.

Menurut Ahmad, bahwa pada siang hari sekitar pukul 12.30 WIB, bibi korban Nia Daniatai dan Nenek korban Sri Sangadah, terkejut mendengar suara seperti orang terpelanting dan jatuh di salah satu kamar, dan keduanya bergegas untuk mendatangi sumber suara tersebut.

Nia Daniati saat itu tiba lebih dulu di kamar, sangat terkejut karena yang dia dapati adalah keponakannya terkapar tidak sadarkan diri dengan tangan memegang kabel listrik yang sebagian terkelupas.

Sadar dengan apa yang terjadi dan dia lihat, seketika itu Nia berteriak meminta tolong. Selanjutnya korban dilarikan ke Puskesmas Wonodadi.

Setiba di Puskesmas ternyata korban telah dinyatakan meninggal oleh petugas medis.

“Dari penyelidikan petugas, dugaan sementara kematian korban akibat tersengat aliran listrik,” ungkapnya.

Lebih dalam Ahmad menerangkan bahwa, diduga kuat korban terpelanting dan memegang stopkontak yang belakangan diketahui kabelnya terkelupas.

“Orang tua korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki autopsi. Dan bersedia menandatangani surat pernyataan untuk segera bisa memakamkan anaknya,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *