Tradisi Perang Mercon di Melawi, Ribuan Massa Abaikan Prokes Harus Ditindak Tegas

  • Whatsapp

Melawi, infonanua.co.id – perang mercun yang merupakan tradisi setiap menyambut idul fitri di kabupaten melawi kembali di gelar pada sore kamis 13/05/2021 di musim pademi dan lebih parah lagi ribuan massa berkumpul tanpa mengikuti prokes, tentu hal ini sangat berakibat buruk dan bisa menjadi cluster baru dalam penyebaran covid-19.

Terkait acara tradisi perang mercon tersebut beberapa media soroti kinerja satgas penanganan covid-19, dan meminta pihak polres melawi untuk mengusut dan menindak tegas pelanggaran tersebut dengan UU Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam hal ini pemerintah Daerah Melawi dan Aparat hukum diminta untuk mengusut kerumunan massa tadi sore , penindakan pelanggaran protokol Covid-19 diminta harus dijadikan progres pemerintah dan APH.
‘Pelanggaran protokol kesehatan’ dalam tradisi ini harus diusut siapa yang bertanggung jawab. Dalam pelaksanaanya. Apa lagi sudah mengakibatkan korban salah satu anggota kepolisian resort Melawi sendiri.

Dalam keteranganya Kepala perwakilan media multimedia Bahtiarni mengatakan bahwa kerumuman massa tadi sore harus diselidiki polisi siapa yang mengijinkan adanya tradisi dan siapa siapa penggerak kerumunan massa dalam acara tradisi tersebut.dan segera memangil untuk diproses hukum.

Pasalnya, acara tradisi ini dihadiri ribuan orang itu diduga melanggar UU No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kepolisian di daerah lain juga menggunakan undang-undang tersebut untuk mengusut kasus kerumunan massa , yang bukan tidak munkin menciptakan klaster klaster baru dalam situasi pandemi covid 19.

Bahtiarni menambahkan bahwa beberapa kejadian yang sudah diseret ke pengadilan setelah melanggar UU kerumunan ini. Jangan sampai ada kesan..bahwa polisi ‘tebang pilih’ dalam menindak warga yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.dan UU tentang wabah penyakit menular pungkasnya. ( ida yusnita )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *