Ketua TP PKK Malinau Ingin Produk Lokal Punya Inovasi Baru

oleh -4 views

MALINAU – Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty membuka kegiatan pengukuhan kepengurusan lembaga Bunda PAUD dan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranada) Kabupaten Malinau tahun 2021/2026.

Khusus untuk kepengurusan Bunda PAUD Kabupaten Malinau, Maylenty mengaku menaruh sejumlah harapan. Meski kepengurusam Bunda PAUD sendiri baru terbentuk tahun ini, namun Maylenty berharap agar kepengurusan ini akan men-support lembaga PAUD menjadi lembaga yang holistik dan integratif.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan usia dini yang layak, ini juga termasuk program pembangunan dari bapak bupati. Meski baru, kita tetap harus semangat membawa anak-anal PAUD kita mendapat pendidikan yang baik,” kata Maylenty.

Sedangkan untuk Dekranasda, Maylenty ingin kepengurusan ini dapat bekerja maksimal, dengan membawa inovasi baru yang dapat mengembangkan potensi produk lokal khas Malinau. Seperti kerajinan tangan asal Malinau.

“Dekranasda merupakan wadah yang menghimpun para pecinta dan peminat seni agar mereka dapat mengembangkan produk kerajinan dan meningkatkan kehidupan pelaku bisnis, sehingga pasti memiliki dampak ekonomi terhadap masyarakat,” jelasnya.

“Jadi sudah seharusnya kepengurusan ini dapat memotivasi dan membuat gerakan yang dapat menciptakan inovasi baru, agar produk kerajinan kita semakin diminati pasar,” pungkasnya.

Tak hanya itu, terkait pelatihan membatik, Ny. Maylenty yang juga ikut ambil bagian dalam kegiatan itu menjelaskan, pelatihan ini dilakukan untuk 4 desa yaitu Desa Pelita Kanaan, Desa Tanjung Keranjang, Desa Salap dan Desa Malinau Seberang.

Menurut  Maylenty, pelatihan ini bukan hanya sekedar pelatihan, tetapi juga merupakan salah satu upaya Tim Penggerak PKK dalam mendukung program pemerintah untuk memberdayakan masyarakat.

“Tentu kita harus dapat mengembangkan inovasi baru dan membagikan ilmu membatik ini kepada masyarakat, agar batik Malinau tidak pudar terkikis waktu. Motif yang sudah ada saat ini, tentu sudah begitu dicintai oleh orang-orang, bahkan yang diluar Kaltara. Maka dari itu saya harap dengan adanya pelatihan ini maka kita dapat mengembangkan teknik dan motif batik Malinau yang baru,” tutupnya.

Philipus Aco

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.