LSM FPR Kapuas Kritik Keras Karutan Kapuas Terkait Pemutusan Kontrak Sepihak CV Deinissa Bersaudara

  • Whatsapp

KUALA KAPUAS, infobanua.co.id – Maseran Mahmud Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),Forum Pemuda Reformasi (FPR) cabang Kapuas,mengkritik keras atas dugaan pemutusan kontrak sepihak oleh Toni Aji Priyanto Kepala Rutan Kelas II B Kapuas,dengan CV Denissa Bersaudara pertanggal 31 Mei 2021 yang lalu.

Ussu panggilan akrab Maseran Mahmud menerangkan,jikalau pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan oleh karutan Kapuas tersebut.patut dipertanyakan,sebab dalam poin-poin kepres 54 tentang pengadaan barang dan jasa sudah jelas aturannya seperti jika menilik dari kasus yang dihadapi CV Denissa Bersaudara pusat Kuala Kapuas ,romannya ke Wanprestasi,”Tutur Maseran Mahmud pada media ini Senin 7 Juni 2021 di kediamannya

Menurutnya sambung Maseran Mahmud,jika melihat dari kasus yang dihadapi CV Denissa saat ini,Pemutusan Kontrak tersebut belum memenuhi seperti yang dituliskan dalam poin wanprestasi,sebab hanya ada dua kali pemengilan tanpa disebutkan dasar kesalahannya di mana dan apa yang dilanggar pihak kontraktor pelaksasan,”Ucap ketua LSM ini

Kemudian jika pemutusan kontrak sepihak terhadap CV Denissa Bersaudara tidak memenuhi prosedural dalam poin wan prestasi seperti yang tertulis dalam kepres 54 tentang pengadaan barang dan jasa tersebut dalam hal kasus ini bisa disebutkan atau besar kemungkinan adanya penyalahan gunaaan wewenang jabatan dalam kata ngetrennya ada indikasi KKN dalam proyek tersebut.”Tegas Maseran Mahmud.

Kembali Maseran Mahmud menguraikan,jikalau kita berbica terhadap poin wanprestasi dalam kasus yang mendera cv Denissa Bersaudara tersebut,tentunya dalam surat peringatan petrama yang dilayangkan karutan terhadap kontraktor pelaksana pastinya disebutkan apa saja kesalahannya baik dari sisi bahan makanan dan teknisnya apakah barang yang diantar ke rutan kelas II B Kapuas,sudah sesuai Rab yang tertuang dalam tender proyek tersebut?.’

Namun kalau kita melihat dari perjalanan proyek tersebut seudah berjalan kurang lebih 5 bulan artinya proyek tersebut berjalan dengan lancar.kenapa harus diputus kontak secara sepihak kan begitu.”Tutur Maseran Mahmud dengan mimik wajah penuh tanda tanya.

Artinya lanjut ketua LSM Forum Reformasi Pemuda Kapuas ini,dalam kasus tersebut besar kemungkinan ada dugaan Indikasi Korupsi Kulusi dan Nepotisme (KKN).”Pungkasnya (Angga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *