Kisruh Penolakan Pemakaman Jenazah Warga Desa Sendiri Menemukan Solusi Jalan Damai di Kantor Nagori

  • Whatsapp

Simalungun, infobanua.co.id – Dari hasil mediasi yang dilakukan Unsur Pimpinan Kecamatan Siantar, Dan Ramil Kecamatan Siantar, Tokoh Masyarakat Partuah Maujana Kecamatan Siantar, Babinkamtibmas Nagori Dolok Marlawan, beserta Sejumlah Warga Setempat yang melakukan penghadangan dan penolakan proses pengebumian Jenazah Korban, Lisbet br Sianipar (56), merupakan Warga Desa yang sama, akhirnya solusi ditemukan dan diselesaikan secara Kekeluargaan di Kantor Nagori (Desa) Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Rabu (09/06/2021).

Dari informasi yang diperoleh sebelumnya, bahwa pada tanggal 30/05/2021, terjadi peristiwa bertindak ironis yang diberbuat Warga Masyarakat Setempat, melakukan penghadangan dan penolakan Warga, terhadap Jenazah Korban Lisbet br Sianipar (56), yang juga Warga Setempat, untuk melaksanakan proses pemakaman Jenazah Korban di Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Penolakan Warga Setempat diduga disebabkan perbuatan dan ajakan provokasi dari Oknum Gamot Setempat, yang sampai mempengaruhi Warga untuk membubuhkan Tanda Tangan Pribadi Warga yang turun ke jalan melakukan penolakan, berjumlah 30 Orang Lebih Warga sekitar, padahal sebelum kedatangan Jenazah Korban, Pihak Keluarga Korban sudah bermohon pamit ke Pihak Aparat Desa Dolok Marlawan, guna proses pemakaman Jenazah, dan Pihak Desa atas nama Pangulu Desa Dolok Marlawan, Janer Simarmata pun, sudah mengijinkan Pihak Keluarga Korban, untuk mengebumikan Jenazah Korban di Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, tersebut.

Sesaat tiba memasuki Kawasan Wilayah Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, dari RSU Pangunguran, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, tepat di depan Kantor Camat Siantar, tiba tiba Warga Setempat bersama Oknum Gamot berbondong datang menghadang Mobil Ambulance yang membawa Jenazah Korban, yang hendak melaksanakan Proses Pengebumian terhadap Jenazah Korban, dan tetap melaksanakan Aturan Protokol Kesehatan.

Atas Penolakan yang diperbuat Warga tersebut, tanpa mediasi Pihak Desa dengan Keluarga Korban, beserta Instansi Terkait, akhinya Pihak Keluarga Korban pun memilih jalan terakhir dengan membawa Jenazah Korban untuk dikebumikan di Nagori Lain, di Nagori Serapuh yang masih Satu Kawasan Wilayah di Lokasi Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Dari peristiwa yang diperbuat para Warga tersebutlah, dengan rasa tersakiti oleh Perlakuan Warga Setempat yang diduga telah dipropokasi Oknum Gamot Desa Setempat, Keluarga Besar Bermarga Pasaribu, yang diwakili oleh Tumpal Pasaribu, S.Pdi., melayangkan Surat Terbuka ke Ketua Gugus Tugas Kabupaten Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH., di Kecamatan Pematang Raya, Kabupaten Simalungun.

Pihak Unsur Pimpinan Kecamatan Siantar mengambil sikap untuk melakukan mediasi, dengan mempertemukan Keluarga Korban dengan Warga Setempat yang menolak Jenazah Korban, saat hendak dikebumikan di Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, tersebut.

Camat Siantar, Elianto Purba mengatakan, bahwa apa yang telah terjadi merupakan sebuah pembelajaran, dan merupakan kesalahpahaman, agar tidak terulang kembali.

Pihak Warga Masyarakat yang sempat melakukan penghadangan, dan menolak pengebumian Jenazah Korban, sudah menyatakan permintaan maaf, dan mempersilahkan Pihak Keluarga untuk mengebumikan Jenazah Korban, bernama Lisbet br Sianipar kembali di Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Mereka menyadari, jika peristiwa kejadian yang mereka lakukan itu merupakan kehilapan, kesalahpahaman, dan kurangnya komunikasi yang baik,” kata Elianto Purba.

Atas sikap itu, Tumpal Pasaribu, mewakili Keluarga Korban, Lisbet boru Sianipar, mengatakan jika mereka sudah menerima permintaan maaf itu .

(AG-William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *