Satker Operasi Dan Pemeliharaan Sda Kalimantan II Bantah Telah Meminta Setoran Pada P3A

  • Whatsapp

Kuala Kapuas, infobanua.co.id – Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Kalimantan II melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA, Sugiono, ST, membantah telah memerintahkan Konsultan untuk melakukan pungutan berupa setoran dari pihak P3A sebagai pelaksana pembuatan pintu air dari program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI). Hal itu ia sampaikan di hadapan Tim Pelaksana Balai Kabupaten Kapuas, Tim Pendamping Masyarakat dan Konsultan ┬áMenejemen Balai wilayah Kabupaten Kapuas serta 9 Ketua P3A.

Kegiatan yang seharusnya dalam rangka evaluasi pelaksanaan kegiatan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi yang dilaksanakan di kantor pengamat pengairan Dir Unit Tatas Kelurahan Sei Pasah Kuala Kapuas pada Rabu pagi (9/6) itu akhirnya juga menjadi ajang klarifikasi terkait isyu-isyu tidak sedap seperti di sebut di atas.

Klarifikasi ini penting karena Isyu tersebut mencatut “Balai”, sebagaimana isi rekaman yang di dapat, adanya pernyataan ketua P3A Pantang Mundur desa Saka Batur, Hadran, yang menyatakan permintaan setoran Rp. 30 jt tersebut sudah sesuai dengan apa yang disampaikan dalam pertemuan sebelumnya dengan pihak Balai dan Konsultan di salah satu hotel di Palangkaraya. ” Itu tidak benar, Tegas Sugiono”

Meski para ketua P3A telah menyangkal telah menyerahkan 30 jt kepada pihak konsultan, tetapi ada ketua P3A yang kepada infobanua.co.id mengaku telah menyerahkan 10 jt.

Terkait hal demikian Sugiono meminta kepada oknum konsultan apabila ada yang menerima untuk segera mengembalikannya. Ia juga mengingatkan bila nanti hal itu menjadi temuan, itu bisa berakibat fatal, siapapun oknumnya. Dan bila ada yang berbuat melampaui kewenangannya dengan mengatasnamakan Balai, akan kita laporkan, “ancam Sugiono”

Sementara itu di tempat yang sama, ketua P3A Pantang Mundur desa Saka Batur Kecamatan Kapuas Hilir, Hadran, mengaku kurang memahami isi dari Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum yang ia terima sehingga pernyataannya dalam rekaman yang beredar tersebut murni atas pemahamannya pribadi dan ia mengaku keliru.

Sebelum meninggalkan tempat kegiatan, Sugiono menyampaikan terimakasihnya pada LSM dan Media atau insan Pers yang telah turut memberikan pengawasan di lapangan.

[Nasution]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *